Wagub Deddy Mizwar ingin Indonesia jadi pengekspor film


Deddy Mizwar
Bandung.merdeka.com - Sebagai insan film yang juga menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar tentu hatam tentang syarat film yang baik. Menurut dia sebuah film perlu memiliki kualitas teknis gambar maupun dari konten yang disuguhkan.
"Film berkualitas akan mendorong tumbuhnya industri kreatif di tanah air. Dengan demikian, film-film karya anak bangsa akan mampu bersaing dengan gempuran film asing, sehingga pada gilirannya film dalam negeri menjadi pilihan utama bagi masyarakat, dan negara kita dapat menjadi salah satu pengekspor film berkualitas bagi negara lain," kata Deddy melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung.
Deddy menyampaikan hal tersebut pada acara Malam Penghargaan Festival Film Bandung ke-29 di Bandung akhir pekan lalu.
Film berkualitas, sambung dia, akan diminati sekaligus diapresiasi masyarakat. Selain itu, film berkualitas dapat menjadi kebanggaan saat bersaing dengan film-film dunia. "Sehingga perfilman akan maju sebagai salah satu komoditas industri kreatif yang dapat diandalkan," katanya.
Untuk mendorong terciptanya film berkualitas, sambung dia, penghargaan pada insan perfilman perlu diberikan. Adanya penghargaan diharapkan membuat insan film mempertahankan kualitasnya sekaligus memotivasi mereka untuk meningkatkan kualitasnya.
Maka, aktor yang juga sutradara Film Naga Bonar itu mengapresiasi Forum Film Bandung yang konsisten menggelar Festival Film Bandung (FFB) sejak 1987. Menurut dia, sejarah Festival Film Bandung tak terlepas dari kelahiran film nasional pertama di Bandung, yaitu Lutung Kasarung pada 1926.
Ia menambahkan, Festival Film Bandung sebagai festival film tertua, dari tahun ke tahun memberikan penjurian ketat dan objektif. Sedangkan penyelenggaraan Festival Film Bandung ke-29 kali ini menurut dia terasa lebih istimewa.
Istimewanya, lanjut dia, karena berbarengan dengan diselenggarakannya olahraga paling akbar di Indonesia, yaitu PON XIX/2016 Jawa Barat, Tema FFB kali ini pun bernuansa PON, yakni 'FFB Berjaya di Tanah Legenda'.
"Tema tersebut diambil karena Jawa Barat merupakan tanah legendaris bagi para seniman budayawan, sekaligus olahragawan," terangnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak