Kota Bandung latih 20 ribu relawan jadi tim penanggulangan bencana

Ridwan Kamil dalam acara The 2nd International Conference of TREPSEA 2016
Bandung.merdeka.com - Kota Bandung sebagai kota metropolitan menaruh perhatian khusus terhadap isu-isu lingkungan urban, terutama dalam hal penanggulangan bencana. Kota Bandung sedikitnya telah memiliki 15-20 ribu tim relawan yang sudah dilatih khusus untuk menjadi tim penanggulangan bencana.
Hak itu diungkapkan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dalam acara The 2nd International Conference of TREPSEA 2016 (Transdiciplinary Research on Environmental Problems in Southeast Asia) yang mengangkat tema 'Urban Environment' di The Papandayan Hotel, Jalan Gatot Subroto, Selasa (20/09).
"Ada sekitar 15 ribu-20 ribu relawan yang sudah dilatih oleh Dinas Pemadam Kebakaran untuk penanggulangan bencana di Kota Bandung," ujarnya
Pria yang akrab disapa Emil ini mengungkapkan berbagai pola potensi kebencanaan yang ada di lingkungan Kota Bandung. Wilayah yang dipimpinnya ini memiliki sejarah di mana Bandung merupakan danau purba yang mengering sebagai proses lanjutan dari peristiwa letusan Gunung Sunda.
"Maka aktivitas seismik di Patahan Lembang masih menjadi potensi bencana di Kota Bandung," katanya.
Namun yang menjadi perhatian Ridwan saat ini adalah penanggulangan bencana yang sehari-hari lebih berpotensi menimpa Kota Bandung, yakni kebakaran dan banjir.
Melalui berbagai upaya, kini Kota Bandung telah memiliki beberapa strategi penanggulangan bencana dengan memanfaatkan semangat kolaborasi Kota Bandung yakni dengan keberadaan tim relawan
"Warga Bandung ini memiliki semangat volunterisme yang tinggi. Maka nilai-nilai kolaborasi menjadi salah satu pertahanan kita dalam penaggulangan bencana. Jika terjadi kebakaran di satu wilayah, maka orang-orang ini yang akan memberikan pertolongan pertama," katanya.
Para relawan tersebut berada di bawah binaan Dinas Kebakaran yang pada tahun depan akan berubah nomenklatur menjadi Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana.
"Di SOTK baru nanti namanya Dinas Kebakaran dan Penanggulangan bencana. Jadi kita enggak pake BPBD karena sama saja. Cukup digabung dengan kebakaran di mana dua-duanya juga merupakan kebencanaan juga," ujar Emil.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak