Universitas Sangga Buana terima 1300 mahasiswa baru


Universitas Sangga Buana
Bandung.merdeka.com - Rektor Universitas Sangga Buana (USB) YPKP Bandung, Asep Effendi, mengatakan pada tahun pengajaran baru ini pihaknya menerima 1300 mahasiswa baru. Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlah mahasiswa tahun ini mengalami peningkatan.
"Ya, mengalami peningkatan lumayan. Tahun lalu kami menerima 1200 mahasiswa baru, jadi peningkatannya 100 mahasiswa baru," ujar Asep kepada Merdeka Bandung saat ditemui di kampus USB YPKP Bandung, belum lama ini.
Peningkatan jumlah penerimaan mahasiswa baru yang tak terlalu signifikan ini diakui oleh Asep karena melihat kapasitas ruangan dan tenaga pengajar yang dimiliki. Pihaknya tak ingin memaksa menerima banyak mahasiswa tanpa kinerja optimal dari pihak kampus.
"Sudah ada regulasinya dari pemerintah yang membatasi jumlah mahasiswa sesuai dengan jumlah tenaga pengajar. Agar kualitas terus berjalan dengan baik, makanya kami sesuaikan dengan tenaga pengajar yang kami miliki," katanya.
Seperti tahun sebelumnya, tahun ini pun USB YPKP Bandung memberikan beasiswa sebanyak 10 persen dari jumlah mahasiswa baru yang diterima. Dengan begitu ada 130 mahasiswa baru masuk melalui jalur khusus, yakni beasiswa.
Untuk 130 mahasiswa baru ini, pihak kampus menggelontorkan dana sekitar Rp 6 miliar. Dana tersebut tentu digunakan untuk biaya pendidikan hingga para mahasiswa yang menerima beasiswa menyelesaikan studinya hingga akhir.
"Kalau setiap mahasiswa saja misalnya harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 40 juta, dikali dengan jumlahnya mencapai 130 jadi mencapai Rp 6 miliar untuk total keseluruhan dana beasiswa yang digelontorkan," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak