Petugas Distan KP Bandung temukan hewan kurban terinfeksi cacing hati

Ilustrasi sapi
Bandung.merdeka.com - Petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung menemukan cacing hati pada hewan kurban yang dipotong di sejumlah tempat saat Hari Raya Idul Adha. Berdasarkan pendataan sementara hasil pemeriksaan post mortem tercatat ada 24,5 kilogram hati sapi dan domba yang diafkir (dibuang) karena terdapat cacing hati.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Elly Wasliah mengatakan, dari total 258 ekor sapi yang diperiksa, terdapat 23,3 hati sapi yang diapkir. Sementara dari 303 ekor domba yang diperiksa, terdapat 1,2 kilogram hati yang diapkir.
"Jadi data sementara, ada 24,5 kilogram hati sapi dan domba yang diafkir karena terdapat cacing hati," ujar Elly kepada Merdeka Bandung saat dihubungi, Senin (12/9).
Elly mengungkapkan salah satu lokasi yang ditemukan terdapat cacing hati di yakni di RPH Ciroyom. "Dari 65 ekor yang dipotong di RPH Ciroyom, ada 8 ekor yang hatinya mengandung cacing hati yakni seberat 7 kilogram yang di afkir atau dibuang," katanya.
Elly menyebut asal muasal cacing hati ini berasal dari makanan (pakan rumput) yang tertempel cacing. Pakan rumput yang telah tertempel cacing, kemudian dimakan oleh sapi atau domba. "Jadi cacingnya ini masuk dari makanan yang dimakan sapi atau domba," katanya.
Menurut Elly, jeroan yang telah terinfeksi cacing hati akan berdampak buruk pada kesehatan jika dimakan. Sebab cacing bisa tumbuh dan berkembang di dalam tubuh manusia.
"Kalau dimakan bisa berbahaya karena bisa berkembang di tubuh manusia. Jeroan yang telah terinfeksi cacing hati ini, selanjutnya dipisahkan oleh petugas. Tujuannya agar tidak dikonsumsi oleh masyarakat," kata Elly.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak