Ridwan Kamil akan beri sanksi PNS diduga mabuk di kantor kecamatan

Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku menyesalkan adanya PNS yang diduga mabuk di kantor kecamatan Coblong. Pria yang akrab disapa Emil ini meminta camat untuk segera memberikan sanksi kepada PNS tersebut.
"Kriteria PNS itu kan bersih, profesional dan melayani. Kalau ada yang gitu, si camatnya segera beri sanksi," ujar Emil kepada wartawan di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Kamis (8/9).
Emil mengatakan, dirinya juga akan memberikan sanksi tambahan kepada oknum PNS tersebut. Sebab perilakunya dinilai tidak pantas sebagai pelayan masyarakat.
"Saya juga akan berikan sanksi tambahan. Enggak boleh lagi ada PNS seperti itu, enggak boleh lelet, lambat layani masyarakat. Apalagi kalau terbukti yang dituduhkan pada dia pada jam kerja dia malah mabok ga jelas," ucap Emil.
Emil tak menampik dalam dunia birokrasi ada perilaku-perilaku dari PNS yang merusak keredibilitas birokrat. Namun terlepas dari itu, menjadi tugas camat untuk memastikan bahwa pelayanan publik berjalan lancar.
"Dalam kebirokrasi selalu ada seperti itu, ada yang menjadi berita ada yang enggak. Tapi apapun itu, itu tugas camat untuk memastikan satu pelayanan publik berjalan lancar," ujar Emil.
Selain itu lanjut Emil, camat juga harus memastikan bahwa anak buahnya menjalankan tugas denga baik. Tidak ada PNS yang melanggar norma-norma kepegawaian.
"Kalau itu benar berarti telah terjadi pelanggaran dan pasti orangnya diberi sanksi. Sanksi PNS ada urutannya mulai diberi surat peringatan, dimutasi ke tempat yang jauh dari keseharian negatifnya, sampe non job sesuai kadar kesalahannya," ujarnya.
Emil berharap, kejadian ini menjadi pelajaran bagi PNS Pemkot Bandung. Bahwa semua tindakan PNS dapat dengan mudah dilaporkan dengan kemudahan teknologi. "Yang namanya birokrasi jangan macem-macem, karena dengan teknologi dengan mudahnya cerewetnya warga," kata dia.
Sementara itu, Camat Coblong Anton Sugiana tindakan bawahannya tersebut memang tidak sepatutnya dilakukan seorang PNS. Meskipun hasil tes belum menunjukkan PNS tersebut mabuk atau tidak, menurutnya tindakannya dinilai sudah menyalahi aturan seperti terekam kamera video sedang merokok di ruangan.
Anton menegaskan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada bawahannya tersebut. "Merokok di dalam ruangan itu tidak boleh. Dia juga masuk ke ruangan operator (e-KTP) itu juga bukan kewenangan dia. Kita akan beri sanksi sesuai dengan kesalahan yang dia perbuat," ujar Anton
Anton menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah malaporkan peristiwa ini. Menurut dia, peristiwa ini menjadi pelajaran ke depan untuk melayani masyarakat lebih baik lagi.
"Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah melaporkan kejadian ini. Ini bagian dari reformasi birokrasi, menjaga integritas aparatur negara," kata dia.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak