Jemaah haji diminta banyak konsumsi buah dan waspadai Virus Unta


Ilustrasi jemaah haji
Bandung.merdeka.com - Jemaah haji diminta agar senantiasa menjaga kesehatan, terlebih saat ini di Tanah Suci dalam kondisi cuasa panas. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah Virus Mers Corv.
"Saya meminta kepada para jemaah agar selalu membawa air minum dan mengkonsumsi buah-buahan serta istirahat cukup, karena berkaitan dengan cuaca panas di tanah suci. Serta waspadai juga penyebaran Virus Mers Corv atau Virus Unta," ujar Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung, Minggu (4/9).
Virus Mers Corv adalah virus baru penyebab penyakit sistem pernapasan dan dapat menimbulkan kematian. Penyebaran virus ini bisa dicegah dengan menggunakan masker, rajin mencuci tangan, istirahat cukup dan makan makanan bergizi, tidak menyentuh hidung, mata dan mulut dengan tangan yang belum dibersihkan, serta menghindari kontak dengan orang yang menderita sakit saat berada di Timur Tengah.
Dalam kesempatan itu, Deddy Mizwar melepas keberangkatan jemaah haji Kloter 65 Jawa Barat di Embarkasi Haji Jakarta-Bekasi, Kota Bekasi, Sabtu (3/9). Deddy juga bertugas menjadi Amirul Hajj untuk jemaah haji Provinsi Jawa Barat 2016 M/1437 H.
Kloter 65 terdiri dari 443 jemaah yang berasal dari Sukabumi, Karawang dan Kota Bogor. Deddy berangkat bersama istri R. Giselawati Mizwar masuk dalam Kloter 66. Kloter terakhir jemaah haji Jawa Barat akan berangkat pada Senin, 5 September 2016 pukul 00.30 WIB.
Jumlah jemaah haji asal Jabar yang berangkat tahun ini mencapai 30.088 orang, terbagi dalam 68 Kloter dan dua gelombang keberangkatan. Gelombang pertama, berangkat dari Embarkasi Bekasi menuju Madinah dari Kloter 1 sampai 35. Sementara Gelombang kedua, dari Embarkasi Bekasi langsung menuju Mekkah dari Kloter 36 sampai 68.
Hingga saat ini jumlah jemaah haji asal Jabar yang sudah tiba di tanah suci mencapai 28.592 dan 320 orang di antaranya adalah petugas dan pembimbing haji. Sementara jumlah jemaah yang batal berangkat hingga saat ini mencapai 67 orang karena sakit, hamil dan penyebab lainnya.
Adapun jumlah jemaah yang wafat di embarkasi dan di daerah (sebelum ke embarkasi) sudah mencapai 6 orang dan wafat di Arab Saudi berjumlah 8 orang.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak