Jalan & trotoar rusak sebab galian kabel, Emil ancam somasi kontraktor


Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Ada banyak laporan warga yang mengeluhkan rusaknya beberapa ruas jalan dan trotoar di Kota Bandung akibat pengerjaan galian kabel PLN oleh para kontraktor. Hal itu ditanggapi Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan meminta kontraktor-kontraktor di bawah pengawasan PLN segera bertanggung jawab.
Pria yang akrab disapa Emil ini mengancam akan melakukan somasi jika para kontraktor tidak segera memperbaiki jalan dan trotoar bekas galian kabel tersebut.
Emil mengaku akan memberikan tenggat waktu kepada kontraktor hingga sepekan setelah acara PON selesai agar segera diperbaiki. Menurut dia kasus seperti ini merupakan akumulasi dari kasus-kasus di tahun sebelumnya.
"Banyak galian karena kontraktor-kontraktor itu kalau menggali suka enggak bertanggung jawab. Ini kejadian sudah saya tegur tahun lalu, setelah sekian lama dibiarkan akhirnya mereka memperbaiki tapi asal-asalan juga," ujarnya di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Kamis (1/9).
Lebih lanjut Emil menuturkan, kejadian tersebut kembali terjadi pada tahun ini dengan indikasi sama. Bermula laporan dari warga yang mengungkapkan terdapat banyak galian-galian kabel setelah digali dibiarkan selama berminggu-minggu.
"Warga tanya ke kontraktor, kontraktor dengan mudah jawab yang ngaspal nanti dari PU, dari awal niatnya sudah jelek dia menggali tapi dia tidak memperbaiki," katanya.
Menurut dia selain jalanan aspal digali, yang paling parah adalah melakukan galian di area trotoar. Padahal Pemkot Bandung saat ini sedang mempercantik trotoar bagi pejalan kaki.
"Yang paling kesel adalah trotoar. Itu membuat saya beranggapan bahwa kontraktor tidak ada niat baik untuk membetulkan," ungkapnya.
Untuk merespon hal tersebut, Bagian Hukum Kota Bandung akan menyiapkan somasi dan pelaporan ke polisi jika kerusakan yang ditimbulkan tidak diperbaiki persis seratus persen.
"Saya kasih waktu kalau setelah PON selesai tidak diperbaiki persis seratus persen seperti semula, kita sudah menyiapkan somasi dan pelaporan ke polisi dengan gugatan merusak aset dan barang negara," ujarnya.
Ridwan mengatakan hal ini menjadi suatu pembelajaran agar mereka mengerjakan pekerjaan dengan rapi dan bersih. "Intinya di zaman saya enggak boleh ada yang gali menggali tidak mengembalikan persis seperti semula," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak