Kadisdik Kota Bandung pastikan TPG Kota Bandung tidak terganggu

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung Elih Sudiapermana
Bandung.merdeka.com - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung Elih Sudiapermana memastikan bahwa Tunjangan Profesi Guru (TPG) di Kota Bandung tidak akan terganggu. Menyusul adanya rencana pemangkasan tunjangan guru oleh Kementerian Keuangan. Elih menyebut pemotongan tersebut hanya diberlakukan bagi para guru yang telah pensiun dan kurang jam mengajar.
"Kebijakan itu hanya diberlakukan bagi para guru pensiun dan kurang jam mengajar. Untuk itu kami minta para guru tidak resah. Terus bekerja maksimal, pemerintah pasti mendorong keberadaan guru saat ini," kata Elih saat dihubungi, Kamis (31/9).
Elih mengatakan, alokasi anggaran untuk TPG di Kota Bandung sebesar Rp 150 miliar untuk triwulan ketiga. Dia menyebut ketersediaan anggaran tahun lalu dinilainya masih mencukupi untuk pencairan TPG Kota Bandung.
"Ketersediaan anggaran 2015 untuk TPG mencakup Rp 190 miliar. Kalau memang diperbolehkan, ya Insya Allah aman untuk dana TPG triwulan tahun ini. Jadi masih mencukupi," katanya.
Menurut Elih, TPG Kota Bandung triwulan ketiga rencananya akan dibayarkan pada Oktober mendatang. Adapun nominal tunjangan yang diberikan per guru jumlahnya bervariatif, tergantung golongan kerja mereka.
"Diperkirakan akan cair pada awal atau pertengahan oktober mendatang. Kalau masalah keterlambatan, kami pasti minimalisir. Kalau pun ada itu terjadi karena mekanismenya panjang, kan harus ada verifikasi," ujar Elih.
Seperti diketahui, pemerintah pusat melakukan penghematan anggaran sebesar Rp 133 triliun, yang terdiri dari Rp 65 triliun untuk seluruh kementerian dan lembaga (K/L) dan Rp 68 triliun untuk penghematan transfer daerah.
Dari besaran transfer daerah itu, sebesar Rp 23,4 triliun diambil dari pemangkasan tunjangan guru. Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan, hal ini dilakukan karena penurunan jumlah guru bersertifikat yang berhak memperoleh Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari 1.300.758 orang menjadi 1.221.947 orang disebabkan karena pensiun.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak