Pemerintah mengaku kesulitan memblokir situs pornografi

Diskusi eksploitasi komersialisasi anak dan inklusi sosial
Bandung.merdeka.com - Situs-situs pornografi sangat mudah diakses oleh siapapun, termasuk oleh anak-anak. Untuk itu keluarga diharapkan menjadi pihak pertama yang melindungi anak dari pengaruh negatif pornografi.
Asisten Deputi Perlindungan Perempuan dan Anak Menteri Koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Marwan Syaukani, mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah memblokir lebih dari 800 ribu situs porno. Namun, situs-situs porno yang baru terus bermunculan. Keluarga tidak bisa berharap lebih jauh pada pemblokiran situs-situs porno.
“Kominfo tak bisa memblokir situs porno. Sudah 800 ribu situs porno yang dihapus dan diblokir,” kata Marwan dalam diskusi Eksploitasi Komersialisasi Anak dan Inklusi Sosial di Kampus Universitas Katholik Parahyangan (Unpar) Bandung, Selasa (30/8).
Ia mencontohkan, banyak sekali cara yang bisa dilakukan untuk mengakses situs porno. Misalnya dengan memasukan kata kunci tertentu dalam bahasa tertentu akan muncul banyak varian situs yang menawarkan konten porno.
Sedangkan jumlah bahasa di dunia ada ratusan ribu, belum lagi bahasa daerah di Indonesia. Bahasa tersebut bisa dipakai untuk mencari konten-konten pornografi di internet. “Jumlah bahasa di dunia ada ratusan ribu yang bisa dipakai kata kunci. Di Indonesia saja ada banyak bahasa,” katanya.
Sehingga menurutnya keluarga menjadi pihak utama yang bisa menangkal pengaruh negatif dari pornografi. Salah satu langkah yang bisa dilakukan keluarga adalah tidak memberikan ponsel pintar pada anak SMA. “Untuk anak SMA, cukup HP-nya untuk SMS dan telepon saja,” kata dia.
Menurutnya pornografi termasuk bagian dari eksploitasi yang bisa memicu terjadinya kejahatan seksual anak (KSA). KSA terdiri dari fisik dan non fisik. KSA fisik adalah perdagangan anak. Sedangkan KSA non fisik berupa konten-konten pornografi yang mudah ditemukan di internet.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak