Jelang peralihan musim, petani diminta waspadai hujan ekstrem


Ilustrasi hujan ekstrem
Bandung.merdeka.com - Pemerintah dan masyarakat yang hidup di sektor pertanian diminta waspada terkait anomali musim yang terjadi saat ini. Hujan ekstrem diprediksi bisa mengganggu jalannya musim tanam.
"Oktober ini sektor pertanian sudah masuk musim tanam pertama. Di saat yang sama kita memasuki musim hujan. Apakah ini sudah diwaspadai oleh pemerintah setempat," kata Peneliti Klimatologi Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer Lembaga Penerbangan Antariksa Nasional (LAPAN), Erma Yulihastin.
Secara global, saat ini awan-awan pemicu hujan sedang terbentuk di Samudera Hindia. Awan-awan hujan tersebut akan terdorong ke bagian tengah Indonesia hingga ke barat.
LAPAN memprediksi, Oktober nanti awan-awan tersebut akan mulai terdistribusi. "Sehingga Oktober nanti akan lebih basah," katanya.
Menurut dia, yang harus diantisipasi adalah upaya pencegahan terendamnya benih yang baru ditanam petani. "Itu harus diantisipasi sejak sekarang karena gejalanya menuju ke sana," ujarnya.
Ia mencontohkan, sebelumnya sudah diberitakan kawasan pertanian di utara Pulau Jawa (Pantura) gagal panen akibat terendam air hujan.
Sementara Agustus ini, sambung dia, secara umum Indonesia memasuki musim kemarau. Namun karena sejumlah faktor, kemarau kali ini tidak normal (anomali) karena masih diselingi hujan dengan intensitas cukup tinggi.
"Apabila musim kemaraunya normal, kita tak cukup khawatir. Tapi karena kondisinya sekarang kan anomali musim kemarau, meski kemarau intensitas hujannya tinggi. Ini yang harus diwaspadai," katanya.
Ia menambahkan, khusus di sektor pertanian pemerintah harus sudah berkoordinasi dengan bidang-bidang teknis terkait pertanian untuk mengantisipasinya.
Selain pengaruh global yang membuat musim kemarau tidak normal, musim saat ini juga berada dalam masa peralihan (transisi) dari musim kemarau ke musim hujan. Peralihan akan berlangsung sampai September 2016.
Pada transisi tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi hujan ekstrem. "Yang di khawatirkan hujan yang terlalu over atau banyak. Itu harus dipikirkan dari sekarang," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak