Tuntutan pembubaran DKJB ditolak

Aksi save Gedung YPK
Bandung.merdeka.com - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menolak tuntutan seniman yang ingin membubarkan Dewan Kebudayaan Jawa Barat (DKJB). Penolakan ini disampaikan Deddy dalam dialog dengan seniman yang tergabung dalam Dewan Kebudayaan Jeprut Bersatu di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan (YPK), Bandung.
“Saya ingin DKJB jalan. Saya pikir masalahnya komunikasi. DKJB harus memberi ruang komunikasi lebih luas lagi kepada seniman,” kata Deddy, Senin (1/8).
Kepada seniman, ia menyarankan agar menjalin komunikasi dengan DKJB, misalnya memberikan saran dan pemikiran terkait kebudayaan. Sehingga pemikiran tersebut akan diakomodir DKJB.
Ia menjelaskan, DKJB dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat.
“DKJB hanya bertanggung jawab kepada gubernur. Jadi kalau dibubarkan akan berhadapan dengan saya dan gubernur,” katanya.
Pemilihan ketua dan anggota DKJB, menurutnya melalui proses dan mekanisme yang panjang. Pihaknya menseleksi lebih dari 100 orang kemudian mengerucut menjadi 21 orang saja.
“Pemilihan 21 orang anggota DKJB prosesnya lama, setahun. Ada dari planoligi, seniman, akademisi, hak cipta. Jadi bukan seniman saja,” bebernya.
Pemilihan Ganjar Kurnia sebagai Ketua DKJB, menurutnya dipilih oleh anggota-anggota DKJB. “Pak Ganjar bukan dipilih oleh gubernur, itu dipilih anggota DKJB,” tandasnya.
Dengan demikian, kata dia, sistem pembentukan DKJB sudah jelas. Untuk pemilihan anggota dan ketua DKJB selanjutnya diserahkan kepada DKJB sendiri.
“DKJB bersifat independen, tidak bisa diintervensi pemerintah,” ujarnya.
Deddy sendiri menolak usulan seniman jeprut yang menginginkan kongres untuk memilih anggota dan ketua DKJB.
Dalam dialog tersebut, kurator seni Heru Hikayat menyarankan Pemerintah Provinsi Jawa Barat memfasilitasi pembentukan panitia kecil atau ad hoc untuk menyelenggarakan kongres kebudayaan.
Kongres kebudayaan, kata dia, akan menghasilkan kepengurusan dewan kebudayaan secara demokratis.
“Tidak muluk-muluk jika kami membayangkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat memfasilitasi proses yang inklusif, bentuk badan kecil untuk menggelar kongres agar menghasilkan dewan yang diberi amanat melaksanakan strategi kebudayaan,” ungkap Heru.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak