Melongok aktivitas Saung Angklung Udjo di Padasuka


Saung Angklung Udjo
Bandung.merdeka.com - Musik angklung menjadi salah satu seni khas Jawa Barat. Bicara musik angklung tidak bisa lepas dari Saung Angklung Udjo. Di saung inilah seni musik angklung berproses hingga memberi andil pada penetapan angklung sebagai warisan dunia oleh Badan Pendidikan dan Kebudayaan PBB, Unesco, 2010.
Saung Angklung Udjo terletak di Jalan Padasuka, Bandung. Akses utama ke saung angklung melalui Jalan PHH Mustofa, Bandung. Jika dari arah Pasteur, Saung Angklung Udjo berada sebelum Terminal Cicaheum, Bandung.
Meski terletak di Jalan Padasuka yang relatif kecil, alamat Saung Angklung Udjo mudah ditemukan. Setiap orang di jalan tersebut biasanya hafal dengan pusat seni angklung itu.
Bagian luar Saung Angklung Udjo dikelilingi rumpung-rumpun bambu berbagai jenis, mulai bambu berwarna hijau hingga bambu berwarna kuning.
Di balik rumpun bambu itulah terdapat toko aksesoris dan panggung pertunjukan. Toko aksesoris tersebut menjual berbagai produk kesenian mulai angklung, miniatur angklung, kaos dengan sablon angklung, kain batik, berbagai cinderamata dan lain-lain.
Sebuah panggung pertunjukan berdiri bersebelahan dengan toko aksesoris tersebut. Panggung tersebut didesain dengan arsitektur tradisional terbuka. Di panggung itu kerap disuguhkan permainan musik angklung.
Di sana pengunjung biasanya diajak bermain musik angklung bersama yang diarahkan konduktor. Konduktor akan mengajari kode-kode memainkan angklung, kemudian memainkan beberapa lagu dengan tuntutan kode-kode yang membentuk tangga nada.
Selain itu di dalam panggung juga biasa dipentaskan pertunjukan wayang golek. Pengunjung bisa mengikuti lakon wayang hingga aktivitas dalang dalam memainkan wayang.
Dalam buku "Udjo: Diplomasi Angklung" yang ditulis Sulhan Syafeii, Saung Angklung Udjo didirikan pada 1966 di rumah pendirinya, Udjo Ngalagena. Kata saung dalam bahasa Sunda berarti rumah kecil, pondok, dangau, gubuk atau tempat tinggal sementara yang ada di sawah atau ladang.
Di tempat tinggalnya itulah Udjo Ngalagena membuat inovasi-inovasi untuk memajukan Saung Angklung Udjo. Kegiatan di dalam saung tidak hanya memproduksi alat musik bambu, tetapi juga mengadakan pelatihan angklung dan kesenian lainnya, serta pementasan dan pertunjukan kesenian.
"Kegiatan pembuatan, pelatihan dan pertunjukan angklung ini akhirnya menjadi ciri khas SAU," demikian Sulhan Syafeii menuliskan dalam bukunya, (Grasindo, 2009).
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak