Sering macet, Persimpangan Lapangan Supratman akan direkayasa


Rekayasa jalan di Kota Bandung
Bandung.merdeka.com - Jalur persimpangan di sekitar Lapangan Supratman kerap menimbulkan kemacetan lalu lintas. Sebab kendaraan yang melaju dari arah menuju dan dari arah Lapangan Supratman seringkali bersinggungan sehingga rawan macet dan kecelakaan.
Oleh karena itu, Dinas Perhubungan Kota Bandung melalui Bidang Lalu Lintas dan Parkir melakukan manajemen rekayasa lalu lintas di daerah tersebut.
Kepala Bidang Lalu Lintas dan Parkir Dishub Kota Bandung Agung Purnomo, mengatakan rekayasa jalan akan diterapkan pada sirkulasi jalan keluar dari Ciujung maupun dari arah keluar taman, serta arah dari Jalan Supratman menuju ke Taman Supratman.
Dishub akan melakukan penataan median jalan di Jalan Supratman sehingga pengendara dari arah Gedung Sate yang akan berbelok ke Ciujung (Belokan SDN Ciujung) kini tidak bisa langsung, melainkan harus memutar melalui Jalan Anggrek dan berbelok di Jalan Jamuju menuju Lapangan Supratman, lalu memutari lapangan tersebut.
Sementara itu, pengendara dari arah Jalan Jakarta menuju arah Gedung Sate memiliki dua alternatif. Opsi pertama, pengendara juga harus memutari Lapangan Supratman, masuk melalui jalan di depan SMPN 14 Bandung dan keluar dari arah SDN Ciujung. Alternatif kedua, pengendara terutama bis, bisa tetap lurus melalui Jalan Supratman (tidak memutari Lapangan Supratman).
Jika yang digunakan adalah alternatif pertama, jalur antara belokan jalur SMPN 14 Bandung dan SDN Ciujung tersebut akan dijadikan tempat parkir untuk Lapangan Supratman.
"Dampaknya ke parkir. Kita coba kalau sore atau malam kondisi Lapangan Ciujung pastinya cukup sepi. Kegiatan cuma sekolah baik SMP 14 maupun SD Ciujung. Kita akan coba parkir mobil atau motor berdampingan dengan lapangan yang ada (Lapangan Supratman)," ujar Agung kepada wartawan di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (9/6).
Agus mengatakan, perubahan jalur ini juga akan memengaruhi jalur angkutan kota (angkot). Penutupan median jalan akan mengubah rute angkot yang melintasi wilayah tersebut, seperti jurusan Abdul Muis via Aceh. Angkot tersebut juga harus berputar melewati Jalan Anggrek.
"Pengendara dari arah Ciujung yang akan belok kanan ke arah Cicadas bisa langsung menyeberang di Jalan Supratman," katanya.
Untuk mengantisipasi adanya kemacetan yang timbul dari pertemuan jalur dari arah Gasibu (Gedung Sate) dan arah Ciujung, rencananya lampu lalu lintas (traffic light) yang berada di persimpangan menuju Jalan Katamso akan dipindahkan ke Persimpangan Ciujung. Sementara itu, tidak ada perubahan apapun di wilayah bundaran menuju Jalan Katamso.
"Rekayasa jalan ini akan dilakukan uji coba selama dua pekan, dari tanggal 14 sampai 28 Juni, kemudian akan dievaluasi tanggal 29 Juni," katanya memungkasi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak