Ridwan Kamil koordinasi dengan kepolisian cegah aksi berandalan motor

Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan akan meningkatkan koordinasi dengan kepolisian terkait maraknya kembali aksi kejahatan yang dilakukan para berandalan motor. Pasalnya aksi berandalam motor yang berujung pada penganiayaan dan pembunuhan kembali terjadi.
"Kita berupaya dengan polisi juga membentuk tim dengan komunitas motor untuk saling berbagi informasi intelejen juga," kata Ridwan di Kantor Perwakilan BPK Provinsi Jawa Barat, Jalan Moh. Toha, Selasa (7/6).
Pria yang akrab disapa Emil ini menuturkan, dengan keberadaan tim khusus yang dibentuk itu dapat menjadi upaya mengendalikan kejahatan yang dilakukan secara berkelompok. Sehingga dapat menjadi langkah pencegah dan meminimalisir aksi geng motor yang kerap meresahkan.
Ia pun mengatakan pihaknya akan meminta kepolisian dengan segera menindaklanjuti jika terjadi aksi kekerasan geng motor. Sekaligus mencari cara agar membuat kondisi Kota Bandung lebih kondusif.
"Kalau ini berkelompok saya sampaikan ke polisi untuk segera menindaklanjuti dan mencari cara," katanya.
Tidak hanya kepada aksi kekerasan yang dilakukan geng motor, Emil menyebutkan hal ini berlaku untuk semua kejahatan yang terjadi.
Pasalnya, lanjut dia, saat ini kejahatan yang menggunakan sepeda motor, bukan berarti pelaku merupakan anggota geng motor. Meski demikian penindakan yang diberikan juga tetap sama.
"Tapi bedakan antara kriminal dengan geng motor. Sekarang kalau orang berbuat kejahatan pasti naik motor, nah si orang jahat ini belum tentu anggota dari organisasi motor. Artinya kejahatan itu jangan disamakan bahwa ini kejahatan dari berandalan motor yang jumlahnya berkelompok. Mungkin ini individu penjahatnya yang melakukan kejahatan," ujarnya.
Sebelumnya, Pratu Galang menjadi korban aksi kejahatan jalanan di Kota Bandung. Anggota TNI AD Pusdiklat Passus itu meninggal dunia usai ditusuk gerombolan bermotor pada Minggu (5/6) dini hari. Belum diketahui permasalah apa yang menimpa Galang sehingga diri ta tiba-tiba dikeroyok dan mendapatkan tikaman dari gerombolan motor tersebut.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak