Pelayanan akta kelahiran di Bandung, diantar sampai ke rumah

Akta kelahiran
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) terus melakukan inovasi terhadap pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya program yang digagas yakni Delivery Service Akta Kelahiran.
Kadisdukcapil Kota Bandung Popong W. Nuraeni menuturkan melalui program yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional beberapa waktu lalu, pihaknya ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Salah satunya yakni pelayanan akta kelahiran. "Jadi masyarakat cukup mendaftar ke Disdukcapil untuk membuat akte kelahirannya. Setelah itu pulang dan tunggu dirumah" kata Popong.
Adapun untuk syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pembuatan akta kelahiran ini di antaranya kartu keluarga, KTP elektronik, surat nikah orang tua, surat keterangan lahir dari dokter atau bidan serta fotocopy saksi lapor. Persyaratan ini sesuai sesuai dengan Undang-undang No. 23 tahun 2013.
Popong mengungkapkan, dalam satu hari Disdukcapil mengirimkan 200 kutipan akta kelahiran langsung ke rumah penduduk.
"Yang tadinya SOP membuat akta kelahiran sesuai dengan Perda No. 4 tahun 2015 delapan hari kerja, sekarang Disdukcapil bisa menyelesaikan secara cepat hanya 5 hari kerja," katanya.
Untuk layanan delivery service akta kelahiran ini, pihaknya bekerjasama dengan Pos giro untuk mengirim akte ke alamat rumah. Tahun ini juga dibantu oleh bank bjb untuk anggaran pembayaran paket pengiriman delivery service akte kelahiran. Lebih baiknya lagi, program inovasi ini dibantu menggunakan fasilitas kendaraan yaitu 6 unit mobil dan 30 unit motor.
"Pelayanan publik ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang menggunakan mobil dan motor. Hal ini menjadikan suatu kebanggan bagi Pemerintah Kota Bandung mudah-mudahan kinerja Disdukcapil khusunya bekerja semakin baik," ungkapnya.
Kedepannya, Disdukcapil mempunyai inovasi baru yang belum ada di Indonesia, yakni akta kelahiran berbasis tulisan Braile. Fungsinya memberikan pelayanan kepada masyarakat yang tidak bisa membaca karena terganggu penglihatannya. Ada 400 warga Bandung yang terganggu penglihatannya akan dibantu oleh disdukcapil dalam pelayanan akte kelahiran.
"Akte kelahiran yang standar nasional kita berikan dan dilampiri dengan akte kelahiran yang berbasis braile," kata Popong.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak