Jelang Ramadhan begini imbauan BBPOM

Bandung.merdeka.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung mengimbau kepada masyarakat untuk teliti saat membeli makanan saat bulan Ramadhan. Sejumlah makanan diketahui rawan untuk ditambahkan zat kimia berbahaya.
Kepala BBPOM Bandung, Abdul Rahim menyebut sejumlah makanan yang sering ditambah zat kimia berbahaya seperti mie basah, kolang kaling, cingcau. Sejumlah makanan ini biasanya ditambahkan zat kimia seperti formalin dan borax untuk membuat makanan menjadi lebih awet.
"Beberapa bahan makanan yang ramai saat bulan puasa seperti mie basah, kolang kaling, dan cincau, rawan mengandung zat kimia seperti formalin dan borax. Biasanya sih formalin untuk lebih awet," ujar Abdul saat dihubungi, Selasa (24/5).
Menurut Abdul, pemantauan yang dilakukan beberapa tahun lalu, pihaknya mendapati beberapa makanan yang mengandung zat kimia berbahaya. Zat kimia tersebut ditemukan dalam makanan takjil.
"Karena kadang paradigma masyarakat kalau bisa bertahan lebih lama itu lebih bagus, padahal belum tentu. Yang namanya menu takjil, itu kan harus dimakan hari itu juga, "ucapnya.
Terlebih lagi kata Abdul, kandungan zat kimia berbahaya tersebut sangat berbahaya untuk tubuh. Sebab dapat menyebabkan penyakit berbahaya seperti kanker.
"Ini jelas merugikan masyarakat. Permenkes mengatur bahan-bahan kimia apa yang tidak boleh ada. Dan untuk formalin ini, borak, pewarna tekstil (rhodamin) dan metamin yellow itu tidak boleh ada dalam makanan. Karena dia terakumulasi dalam tubuh merusak fungsi hati, ginjal bahkan bisa mencetuskan kanker," ungkapnya.
Abdul menyebut, penambahan zat kimia berbahaya ini biasanya dilakukan oleh oknum produsen bahan makanan nakal. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada pedagang agar lebih teliti dalam membeli bahan makanan dari produsen.
"Untuk para pedagang kenali produsennya. Sehingga ketika bahan makananya bermasalah, dia tahu belinya di mana. Itu mempermudah penelusuran bagi kami juga," kata Abdul.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak