Disyanjak Kota Bandung catat tunggakan PBB lebih dari Rp 900 miliar

Pajak
Bandung.merdeka.com - Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) mencatat tunggakan pajak mencapai lebih dari Rp 900 miliar. Tunggakan ini berasal dari pajak bumi bangunan (PBB) yang tidak dibayarkan sejak 2013.
Kepala Disyanjak Ema Sumarna mengatakan tunggakan sebesar ini merupakan turunan warisan dari Kantor Pajak Pratama (KPP) yang sejak 2013 diserahkan ke Disyanjak. Piutang tersebut mencapai Rp 914 miliar.
"Ada piutang PBB turunan KPP dulu sekitar 914 miliar," kata Ema saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Rabu (11/5).
Meski demikian, warisan piutang tersebut perlu dicek ulang. Sehingga tidak ada kecenderungan ganda atau objek pajaknya berubah. "Jadi itu data piutang di atas kertas," ujarnya.
Ia merencanakan sensus PBB pada tahun 2017. Agar data dapat tervalidisasi lebih akurat dan bisa segera diselesaikan.
"Untuk itu di 2017 kami mengusulkan anggaran khusus untuk sensus PBB. Dilakukan merata di 151 kelurahan, mengingat data tersebut dinamis. Misal yang sekarang tanah nanti menjadi bangunan, perpindahan pemilik sehingga dengan sensus lebih terkontrol," kata Ema.
Sementara untuk data yang dicatat Disyanjak, sejak 2015 ada tiga mata pajak yang besar tunggakannya. Seperti PBB, pajak reklame, serta pajak air dan tanah (PAT). Dengan total tunggakan pajak mencapai lebih dari Rp 152 miliar.
Ia menyebutkan untuk PBB total ada 544.936 wajib pajak. Dari jumlah tersebut tercatat ada 229.391 wajib pajak yang menunggak dengan total Rp 146.891.551.070.
"Untuk pajak reklame ada 1.203 wajib pajak 269 yang menunggak sebesar Rp 2.229.958.121," katanya.
Sementara untuk PAT, total tunggakan sebesar Rp 4.407.694.795 dari 219 wajib pajak yang menunggak.
Pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi agar para penunggak segera membayarkan kewajibannya. Serta inovasi yang akan memudahkan sehingga masyarakat tidak lagi enggan membayar karena malas mengantri atau tak ada waktu dan sebagainya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak