Marak gepeng saat liburan, Dinsos siagakan puluhan petugas

Razia pengemis oleh petugas Dinsos Kota Bandung
Bandung.merdeka.com - Musim liburan di Kota Bandung sering diwarnai dengan aksi gelandangan pengemis (Gepeng) yang tersebar di pinggir-pinggir jalan guna meminta-minta. Keberadaan gepeng ini dinilai banyak meresahkan wisatawan yang datang berlibur di Kota Bandung.
Untuk mengatasi hal tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung menyiagakan puluhan petugas untuk menindak para gepeng yang melancarkan aksi. Pasukan berompi merah ditempatkan Dinsos di titik-titik rawan adanya pengemis.
"Sejak Maret, kalau weekend kami siaga satu. Apalagi ini liburan panjang kami tetap siaga, tidak libur," kata Kepala Dinsos Kota Bandung, Aji Sugiyat saat dihubungi, Kamis (5/5).
Aji menyebutkan ada 15 titik rawan yang sudah dijaga oleh petugasnya. Mulai dari perempatan-perempatan jalan utama hingga pintu-pintu masuk ke Kota Bandung.
Setiap titik disebutkannya ada dua sampai tiga orang petugas. Selain itu 10 petugas berjaga di kantor untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.
Menurutnya petugas yang menemukan adanya gepeng di jalan akan segera menindak dan membawa ke rumah singgah. Gepeng yang dibawa nantinya akan dibina kemudian dikembalikan ke tempat asalnya masing-masing.
"Kalau orang Bandung kami panggil orang tuanya, bikin pernyataan. Kalau orang jauh maksimal seminggu di rumah singgah. Baru nanti dikirim ke tempat asalnya melalui Dinsos Provinsi," katanya.
Makin maraknya pengemis, ia meminta kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak memberikan uang di jalan. Mengingat diprediksi akan banyak bermunculan gepeng di Kota Bandung.
"Kalau ada yang minta-minta, jangan memberi. Kalaupun dipaksa, segera melapor ke kami melalui Twitter Dinsos," ujar Aji.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak