Jumlah radio di Bandung terpadat di dunia


Bandung.merdeka.com - Kota Bandung mungkin segera mendapat julukan baru, yaitu kota radio. Sebab, jumlah radio di kota ini disebut-sebut yang terbanyak di dunia.
“Saat ini ada 49 radio FM dan 5 AM jumlah radio di Bandung. Total 54 radio. Jumlah ini membuat jumlah radio kota Bandung paling padat sedunia,” kata Komisioner Komisi Penyiaran Daerah (KPID) Jawa Barat, Neneng Athiatul Faiziyah, di Bandung, Sabtu (30/4).
Mantan Ketua KPID Jabar tersebut berbicara dalam workshop jurnalistik bertema “Peran Mahasiswa Komunikasi Dalam Merespon Hegemoni Media Massa Mainstream” di Kantor KPID Jabar, Jalan Malabar.
Neneng menambahkan, belum lagi dengan jumlah jaringan radio komunitas yang menjangkau bukan hanya Bandung tetapi juga Jawa Barat.
Dengan membeberkan data tersebut, ia mengungkapkan bahwa generasi sekarang dikepung informasi yang bersumber dari televisi, radio, dan belum lagi dari media yang di luar pengawasan KPID, yakni media cetak dan online.
Sedangkan jumlah televisi yang bersiaran di Jabar sudah mencapai lebih dari 30 televisi. “Jadi kondisi saat ini banjir informasi, terutama informasi dari televisi,” katanya.
Berdasarkan data KPID Jabar, sambung dia, pola konsumsi media masyarakat Indonesia lebih banyak dari televisi. Sebab televisi menjadi media yang paling mudah diakses.
Televisi menyajikan gambar dan suara, berbeda dengan radio yang hanya menyajikan suara, dan media cetak yang hanya menyajikan tulisan atau foto.
Namun, kata dia, tidak semua produk lembaga penyiaran televisi maupun radio yang layak dikonsumsi. KPID Jabar mencatat, masih banyak produk lembaga penyiaran yang melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS). Contohnya, ada siaran yang melanggar kesusilaan, bahkan bermuatan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA).
Namun semua pelanggaran tersebut tidak bisa mengandalkan pengawasan KPID semata. Masyarakat, khususnya mahasiswa bisa turut mengawasi, memilah, bahkan melaporkan jika ada tayangan yang melanggar.
“Diharapkan melalui workshop ini mahasiswa menjadi duta literasi media. Misalnya nonton televisi tidak berlebihan, nonton dibatasi. Bukankah remot ada di tangan kita?” ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak