Kuota SBMPTN Computer Based Testing di Panlok Bandung cuma 320 peserta


Panitia lokal SBMPTN
Bandung.merdeka.com - Saringan Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri Nasional (SBMPTN) 2016 tidak hanya melalui ujian tertulis dengan metode Paper Based Testing (PBT) atau mengisi soal di lembar kertas jawaban secara manual saja.
Adanya metode ujian Computer Based Testing atau ujian menggunakan komputer membuat SBMPTN tahun ini agak berbeda.
"Cara seleski SBMPTN tahun ada perbedaan di bandingkan tahun lalu. Tahun ini ada CBT yang relatif baru, yaitu ujian tulis pakai komputer selain ujian pakai kertas (PBT)," kata Sekretaris Eksekutif I Panlok Bandung SBMPTN 2016, Asep Gana, dalam jumpa pers di Kampus ITB, Selasa (26/4).
Baik pendaftaran CBT maupun PBT dilakukan dengan cara online yang mulai dibuka sejak Senin 25 April pukul 08.00 WIB sampai 20 Mei 2016 pukul 22.00 WIB.
SBMPTN CBT dan PBT berlaku untuk peserta ujian sains dan teknologi (Saintek) maupun sosial humaniora (Soshum). CBT tidak berlaku bagi peserta ujian mata pelajaran campuran.
Untuk SBMPTN tahun ini, Panlok Bandung mendapat kuota CBT sebanyak 320 orang. SBMPTN CBT akan dilaksanakan di tiga PTN, yakni Unpad Jatinangor, ITB dan UPI Bandung.
"CBT Unpad Jatinangor untuk 100 orang peserta, dan sejak dibuka satu hari saja sudah penuh terisi semua," kata Asep.
Sedangkan kuota CBT di UPI sebanyak 100 peserta, dan ITB yang paling banyak yakni 120 peserta. "Jadi cuman 320 peserta CBT di Bandung," katanya.
Asep menambahkan, adanya CBT menjadi pembeda SBMPTN 2016 dibangingkan tahun-tahun sebelumnya. Di luar CBT, secara umum tata cara SBMPTN tahun ini sama dengan SBMPTN tahun lalu. Bagi peserta yang tidak kebagian mengikuti CBT, masih bisa ikut PBT atau ujian tulis manual.
Informasi lebih lanjut mengenai SBMPTN 2016 dapat menghubungi Kantor Sekretariat Panlok Bandung SBMPTN 2016 di Kampus ITB Jalan Ganesha No 10 Bandung, Gedung Information Center, Telepon 022 2508137. Website http://sbmptn.or.id.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak