Proyek pelebaran jalan, ahli waris TPU Pandu menolak dipindahkan

Ilustrasi
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pemakaman dan Pertamanan saat ini masih melakukan sosialisasi kepada para ahli waris makam TPU Pandu. Proyek pelebaran jalan Pandu mandeg karena belum sepenuhnya disepakati oleh seluruh ahli waris terkait pemindahan makam.
Menurut Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung, Arief Prasetya, ada 700 makam yang harus dipindahkan terkait proyek pelebaran Jalan Pandu. Dari jumlah ini 15 persen ahli waris yang masih menolak untuk dipindahkan.
"Ahli waris masih ada beberapa yang belum ok, dari 700 makam tinggal 15 persen lagi yang belum. Mereka yang 15 persen minta tetap di situ tapi tidak akan cukup. Nah nanti kita akan bicarakan itu lagi," kata Arief.
Untuk mengatasi persoalan tersebut pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan SKPD terkait. Seperti diketahui dalam proyek pelebaran Jalan Pandu ini melibatkan empat SKDP yakni Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), Dinas Tata Ruang dam Cipta Karya (Distarcip), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Diskamtam.
Arief mengaku pihaknya akan kembali melakukan pembicaraan dengan para ahli waris. "Kita akan dekati lagi," kata dia.
Namun demikian, Arief memastikan bahwa proyek pelebaran Jalan Pandu tetap ditargetkan selesai pada tahun ini. Sebab proyek pembangunan tersebut telah masuk ke dalam rencana kegiatan pembangunan Pemkot Bandung pada tahun 2016.
Seperti diketahui, Pemkot Bandung melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan akan membuat jalan alternatif dari Jalan Pandu ke Jalan Pasteur melewati kawasan pemakaman TPU Kristen Pandu. Jalan alternatif ini memiliki panjang jalan 509 meter, lebar 7 meter serta trotoar 5 meter.
Dengan adanya jalan alternatif tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak