Pemkot Bandung gulirkan program Magrib Mengaji


Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah siap menjalankan program Maghrib Mengaji yang selama ini direncanakan. Dalam waktu dekat kegiatan ini akan mulai digulirkan di masing-masing masjid yang ada di Kota Bandung.
"Iya sudah siap (Maghrib Mengaji). Persiapannya sudah 90 persen lebih," kata Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (21/4).
Pria yang akrab disapa Emil ini menyebutkan hingga kini sudah ada sekitar 2.000 relawan mendaftar menjadi guru mengaji. Relawan ini dikoordinir dari Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung, Unisba, serta remaja pengurus masjid.
Nantinya, kata dia, relawan tersebut akan disebar ke masji-masjid yang ada di Kota Bandung. Berdasarkan data Pemkot Bandung, ada sekitar 4.000 masjid yang telah dibangun di seluruh titik kota.
Program mengaji ini disebutnya bukan hanya sekadar mengajarkan baca Al-Quran. Tapi juga pendidikan karakter yang akan ditanamkan oleh para guru ke anak-anak.
Ia mengimbau kepada para relawan dapat mengajarkan mengaji sekitar 70 persen. Sementara 30 persennya adalah pendidikan karakter dengan menanamkan nilai-nilai edukasi dalam banyak hal.
"Saya titipkan urusan di sana pendidikan antikorupsi, antiterorisme, anti narkoba, anti pergaulan bebas dengan bahasa bahasa yang mudah dimengerti. Bagi saya ini sangat penting, pas magrib enggak boleh ada anak-anak yang keluyuran nggak jelas," ucapnya.
Meskipun belum secara resmi diadakan di seluruh wilayah, ia menyebutkan beberapa kelurahan sudah mulai menjalankan dan telah dilaporkan ke Pemkot Bandung.
Menurut Emil, program ini sangat mulia. Sebagai bagian dari pengembangan pendidikan anak bukan hanya di sekolah, bela negara, lingkungan, tapi juga berbasis agama.
Selain program Maghrib Mengaji yang diperuntukkan anak-anak Muslim, Pemkot Bandung juga akan merencanakan pendidikan agama untuk yang non Muslim.
"Yang non muslim juga sedang dirumuskan oleh timnya sendiri hanya yang Islam ini sudah lebih dulu karena banyak anak-anak ini makin lama jauh dari masjid. Terus kalau malam hari tidak seperti budaya orang tuanya yang suka salat magrib di masjid akhirnya kita muncullah magrib mengaji," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak