Hanya seminggu Pemkot Bandung izinkan PKL berjualan di trotoar

Ridwan Kamil bersalaman dengan salah satu PKL di Kota Bandung
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung mengizinkan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Purnawarman kembali berjualan di atas trotoar. Namun dengan catatan, PKL hanya diizinkan untuk berjualan selama seminggu yakni setelah tempat relokasi selesai direnovasi.
"Pokoknya kita buat pernyataan di atas materai. Kita beri waktu para PKL seminggu untuk berjualan (di trotoar) selama tempat relokasi direnovasi. Jika tempat relokasi selesai direnovasi mereka harus kembali pindah," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung, Eddy Marwoto kepada Merdeka Bandung saat dihubungi, Rabu (20/4).
Menurut Eddy, kebijakan para pedagang diizinkan kembali berjualan di atas trotoar merupakan kesepakatan Wali Kota Bandung dengan PKL dalam pertemuan yang digelar Senin(18/4) lalu di Balai Kota Bandung. Dalam pertemuan tersebut PKL sepakat dan bersedia menandatangani surat pernyataan untuk taat aturan.
Adapun aturan yang harus ditaati para PKL yakni tidak membawa gerobak saat berjualan di atas trotoar dan bersedia pindah setelah tempat relokasi selesai direnovasi.
"Jadi kita beri waktu seminggu. Kalau melanggar, kita sikat. Kita juga sambil menunggu tempat permanen selesai direnovasi," kata Eddy.
Eddy menegaskan pihaknya akan melakukan pengawasan kepada para pedagang yang berjualan di atas trotoar dengan menampatkan anggota Satpol PP.
"Tentu, tetap kita awasi. Pak wali kan minta waktu seminggu," ujar Eddy.
Beberapa waktu lalu, puluhan PKL Purnawarman melakukan aksi unjuk rasa. Mereka menuntut Pemkot Bandung untuk segera memenuhi kesepakatan yang dijanjikan kepada PKL seperti penataan tempat relokasi, penyediaan sarana dan prasarana serta bantuan promosi. Saat ini Pemkot Bandung sedang merenovasi tempat relokasi yang berada di lahan parkir outdoor milik pengelola Bandung Electronic Center (BEC) yang masih berada di Jalan Purnawarman.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak