Hukuman sosial jadi cara Pemkot Bandung buat jera pedagang nakal

Ilustrasi sidak makanan
Bandung.merdeka.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung akan menerapkan sanksi tegas bagi pasar swalayan yang kedapatan menjual bahan pangan yang telah dicampurkan bahan kimia berbahaya. Mereka yang terbukti menjual bahan pangan teresbut akan diberikan sanksi sosial dengan diumumkan kepada masyarakat.
"Kita akan langsung umumkan kepada masyarakat pasar swalayan yang kedapatan menjual bahan pangan yang telah dicampur bahan kimia berbahaya. Jadi kalau dia jual mie formalin, kita akan umumkan nama pasar swalayan yang menjual misalnya melalui media sosial," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bandung, Elly Wasliah kepada Merdeka Bandung, Sabtu (16/4).
Elly menuturkan, langkah ini diambil sebagai bentuk tegas Pemkot Bandung kepada pengelola pasar swalayan nakal. Sebab temuan bahan pangan yang dicampur bahan kimia berbahaya sering ditemui dalam sidak yang dilakukan Distan KP.
"Kalau tahun kemarin kita masih lakukan pembinaan dengan mengambil barangnya. Tapi untuk tahun ini, karena tahun penertiban jadi tidak ada toleransi. Yang terbukti menjual akan kita umumkan," kata Elly.
Kebijakan tersebut, kata Elly telah disosialisasikan kepada pimpinan pasar swalayan di Bandung dalam pertemuan yang digelar pada Selasa (12/4) lalu.
Dalam pertemuan tersebut, pihaknya meminta kepada pengelola pasar swalayan untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap komoditas pangan dari supplier sebelum dijual kepada masyarakat. Dengan filter awal tersebut, komoditas pangan yang telah dicampur dengan bahan kimia berbahaya dapat dideteksi dini.
"Harus ada filter awal yang menguji bahan pangan yang dijual. Misalnya Beras dengan uji klorinnya. Kemudian Ikan, buah-buahan, daging ayam, susu, telur dan komoditas lainnya. Jadi dites dulu, kalo ketahuan ada yang nakal dari suppliernya, pasar swalayan harus menginformasikan bahwa tidak boleh begini," ujar dia.
Untuk itu, Elly mengimbau kepada pengelola pasar swalayan memiliki laboratorium mini untuk menguji komoditas pangan sebelum dijual.
"Mereka harus punya peralatan yang ringan ringan saja. Jadi mereka bisa melakukan pengecekan awal," katanya.
Distan KP siap memberikan pelatihan kepada karyawan pasar swalayan terkait cara pengujian komoditas pangan
"Untuk itu enggak ada alasan karyawannya tidak paham, kami siap memberikan pelatihan dan gratis. Jadi tidak ada alasan SDM-nya tidak paham, enggak punya alat karena keamanan pangan itu tanggung jawab kita. Kita akan siap berlakukan tahun ini," jelas dia.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak