Tahun 2016 jumlah warga miskin di Kota Bandung 300 ribu jiwa

Bandung.merdeka.com - Kemiskinan menjadi salah satu persoalan yang dihadapi oleh kota-kota besar di Indonesia, termasuk Kota Bandung. Jumlah warga miskin di Kota Bandung ternyata tidak sedikit.
Berdasarkan catatan Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat (BKPPM) Kota Bandung. Jumlah warga miskin di Kota Bandung ada 304.939 jiwa. Angka ini sekitar 12 persen dari jumlah penduduk Kota Bandung yang berjumlah 2.378.627 jiwa.
"Jumlah warga miskin di Bandung ada 304.939 jiwa atau 79.573 kepala keluarga," ujar Kepala Bidang Penanggulangan Kemiskinan BKPPM Iwa Koswara saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (5/4).
Dia menuturkan, jumlah warga miskin di Kota Bandung ini berdasarkan data RPJMD (rencana pembangunan jangka menengah daerah) 2013-2018. Sebaran warga miskin ini kata Iwa hampir tersebar secara merata di setiap kecamatan di Kota Bandung.
"Untuk sebarannya merata, cuma ada lima kecamatan dengan tingkat kemiskinan paling tinggi diantaranya Kecamatan Babakan Ciparay dan Kiaracondong," katanya.
Adapun kriteria warga yang tergolong miskin didasarkan pada standar BPS seperti pendapatan di bawah Rp 600 ribu per bulan, tempat tinggal masih berlantaikan tanah, hanya mampu membeli satu stel pakaian baru dalam setahun.
Iwa target pengurangan jumlah warga miskin di Kota Bandung sebesar 1 persen per tahun. Ini berdasarkan target pengurangan warga miskin sesuai dengan RPJMD.
"Jadi targetnya 1 persen atau sekitar 3000 jiwa pengurangan warga miskin di Bandung per tahun. Berarti kalau lima tahun targetnya lima persen hingga 2018," ucapnya.
Sementara untuk program penanggulangan kemiskinan sendiri. Iwa berada SKPD teknis seperti dinas pertanian dan ketahanan pangan (Distan KP), Dinas Kesehatan, Dinas
Sosial, dan SKPD lain. Dia mencontohkan seperti Distan KP dengan program raskin untuk warga miskin.
"Untuk program penanggulangan ada di SKPD teknis, karena kami tugasnya hanya mengoordinasikan. Namun ada lima fokus bidang penanggulangan kemiskinan yakni kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, infratastruktur dan ketenagakerjaan," ujarnya.
Selain itu, tahun ini pihaknya sedang mengembangkan sistem informasi manajemen kemiskinan. Dengan sistem ini nantinya menjadi database informasi mengenai warga miskin dan cara penanggulangan kemiskinan yang dilakukan SKPD.
"Ditambah kita juga punya sebuah gerakan namanya gerakan terpadu pengentasan kemiskinan. Jadi ini program yang dilakukan lintas SKPD secara keroyokan, yang tugasnya mengindentifikasi apa yang dibutuhkan orang miskin. Misalnya dia butuh pekerjaan, kita koordinasikan dengan Disnaker. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2014," kata Iwa.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak