Tahun ini Pemkot Bandung targetkan perolehan pajak Rp 2,1 triliun

Kepala Bidang Perencanaan Disyanjak Gin Gin
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Pelayanan Pajak (Disyanjak) menargetkan pendapatan daerah dari sektor pajak pada tahun ini sebesar Rp 2,1 triliun. Target pajak pada tahun ini meningkat dari tahun sebelumnya yakni sebesar Rp 1,598 triliun.
Kepala Bidang Perencanaan Disyanjak Gin Gin Perencanaan menuturkan, target pajak Rp 2,1 Triliun ini berasal dari sembilan mata pajak yang meliputi pajak hotel, pajak restoran, pajak hiburan, pajak parkir, pajak penerangan jalan (PPJ),bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), pajak bumi dan bangunan (PBB), pajak reklame, pajak air tanah.
"Dari sembilan mata pajak ini kita punya target Rp 2,1 triliun pada tahun 2016 ini," ujar Gin Gin kepada wartawan dalam acara Bandung Menjawab yang digelar di ruang media, Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Selasa (5/4).
Dia mengatakan pada triwulan pertama (Januari-Maret), perolehan pajak yang sudah masuk sebesar Rp 304.610.124.071. Jumlah ini melebihi target yang telah ditetapkan di triwulan pertama yakni sebesar Rp 274 miliar.
"Di triwulan pertama kita berhasil melebihi target yang telah ditetapkan dari Rp 274 miliar, terealisasi sekitar Rp 304 miliar. Ini artinya capaian kita melebihi target sebesar 111,17 persen," katanya.
Gin Gin mengungkapkan dari sembilan mata pajak, hanpir seluruhnya berhasil melebihi target di triwulan pertama. Dia mencontohkan seperti target pajak hotel sebesar Rp 55 miliar, yang terealisasi sebesar Rp 65.581.092.966. Selain itu pajak restoran Rp 48 miliar, yang terealisasi Rp 53.795.432.779.
"Paling besar itu dari BPHTB. Targetnya Rp 66 miliar, yang terealisasi Rp 75.174.835.621. Jadi hampir semua mata pajak melebihi target di triwulan pertama. Hanya pajak reklame saja yang tidak mencapai target," katanya
Menurut Gin Gin pajak reklame hanya satu-satunya mata pajak yang tidak mencapai target. Dari target sebesar Rp 15 miliar pada triwulan pertama, yang terealisasi hanya Rp 6.884.657.940.
"Karena untuk reklame harus melalui mekanisme perizinan dulu. Jadi banyak SKPD yang terlibat. Jadi sangat tergantung kecepatan sisi perizinan. Kalau seperti pajak restoran tidak perlu proses perizinan. Setelah ada subjek pajaknya, ada objeknya ada kita langsung pungut, sementara kalau pajak reklame ini berbeda. Itu hanya salah satu faktor saja, banyak juga faktor lain terkait penyelengaraan reklame "katanya.
Gin Gin mengaku optimis, yarget pajak pada tahun ini dapat tercapai. Pihaknya melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan perolehan pajak.
"Kita lakukan berbagai upaya. Salah satunya perbaikan sisi layanan. Misalkan ke depan pembayaran pajak dapat dilakukan secara online, karena selama ini kan masih manual," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak