Pameran foto Aung San Suu Kyi jadi pra- event 61 tahun peringatan KAA

Pameran foto Aung San Syuu Kyi
Bandung.merdeka.com - Museum Konferensi Asia Afrika bekerja sama dengan Institute Francais d'Indonesia (IFI) Bandung menggelar pameran foto tentang Peraih Nobel Perdamaian dan tokoh demokrasi Myanmar, Aung San Suu Kyi.
Pameran foto karya fotografer Christophe Loviny itu sebagai pra-event menyambut 61 tahun Konferensi Asia Afrika di Museum Asia Afrika, Jalan Asia-Afrika, Bandung.
Penanggung Jawab Bidang Budaya dan Komunikasi IFI Bandung, Ricky Arnold mengatakan, tahun ini pihaknya mengundang Christophe Loviny ke Indonesia.
Christophe Loviny adalah fotografer yang turut berperan mengembangkan beberapa festival fotografi terbesar di Asia Tenggara seperti Angkor Photo Festival dan Myanmar Photo Festival.
“Kedatangan Christophe Loviny di Indonesia diwarnai workshop fotografi di empat kota, yakni Bandung, Jakarta, Yogyakarta dan Surabaya. Christophe juga menggelar pameran potret Aung San Suu Kyi, wanita pemenang hadiah Nobel Perdamaian dari Myanmar,” kata Ricky, Jumat (1/4).
Kehadiran Christophe Loviny bersama pameran foto Aung San Suu Kyi, kata dia, bertujuan untuk membawa perkembangan gerakan fotografi dokumenter.
Pameran foto Aung San Syuu Kyi
© 2016 merdeka.com/Iman Herdiana
“Diharapkan mampu memberikan kesadaran kepada khalayak umum tentang semangat Konferensi Asia Afrika,” katanya.
Ia mengungkapkan, pameran mencakup isu-isu berkaitan dengan perjuangan Aung San Suu Kyi dalam memperoleh hak-hak dan kebebasan, termasuk kehidupan pribadi yang menjadi konstruksi dasar aksi politiknya.
Pameran berlangsung di aula utama Gedung Merdeka mulai Jumat (1/4) sampai 14 April 2016, dan buka mulai pukul 08.00–16.00 WIB.
Kepala Museum KAA Thomas Siregar mengatakan, pameran tersebut sangat relevan dengan semangat bandung (Bandung Spirit) yang digelorakan Konferensi Asia Afrika tahun 1955.
“Seorang Aung San Suu Kyi mempejuangkan nilai-nilai kemanusiaan, membebaskan rakyatnya dari belenggu tirani, membangun demokrasi. Saya kira KAA 1955 sudah mulai melakukannya. Kita juga ingat Burma (Myanmar) saat itu salah satu negara sponsor KAA. jadi kita melihat ada relevansi antara Spirit Bandung dan kegiatan pameran ini,” katanya.
Ia menambahkan, pameran foto Aung San Suu Kyi bisa dibilang praevent-nya peringatan KAA yang biasa diperingati tiap bulan April. “Ini bisa dikatakan pra-event, anggap pemanasan sebelum masuk peringatan KAA,” katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak