Lebih dari 50 persen warga Bandung tidak bayar iuran sampah

Ilustrasi sampah
Bandung.merdeka.com - Kesadaran warga Bandung untuk membayar iuran sampah masih minim. Berdasarkan catatan PD Kebersihan lebih dari 50 persen warga Bandung tidak membayar iuran sampah. Padahal dana tersebut menjadi salah satu sumber pendapatan PD Kebersihan untuk kegiatan operasional sehari-hari seperti pengangkutan sampah ke TPA.
Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Penagihan PD Kebersihan Anung Dudung saat dihubungi Merdeka Bandung pada Rabu (30/3).
Anung menyebut dari total keseluruhan jumlah 477 ribu rumah huni yang ada di Kota Bandung, yang baru membayar sekitar 162 ribu. Jika dipersentasekan kata dia, baru sekitar 37 persen warga Bandung yang telah membayar iuran sampah.
"Kalau persentase itu baru sekitar 37 persen untuk rumah tinggal. Jadi pemasukan yang didapat dari iuran warga hanya sebesar 37 persen dari seluruh rumah huni yang terdaftar di PD Kebersihan pada tahun 2015," ujar Anung.
Anung mengaku tidak mengetahui secara pasti terkait penyebab masih banyaknya warga Bandung yang tidak membayar iuran sampah. Ia pun tidak dapat memastikan apakah hal tersebut terkendala di masyarakat atau pihak penagih
Dia menjelaskan, selama ini mekanisme pembayaran iuran sampah yakni warga membayar iuran ke RW. Biaya iuran sampah yang dibebankan kepada warga berkisar antara Rp 3.000 - Rp 20.000. Setelah itu pihak kewilayahan akan menyetorkan ke PD Kebersihan untuk mengangkut sampah dari TPS.
"Dengan banyaknya warga yang tidak membayar iuran sampah, tentunya berdampak besar pada kinerja pengangkutan sampah," katanya.
Namun demikian lanjut Anung, beruntung PD Kebersihan mendapatkan bantuan subsidi dari Pemkot Bandung. Sehingga selama ini proses pengangkutan masih dapat dijalankan. Â
"Dampaknya paling ada beberapa daerah yang tidak diangkut dulu sampahnya. Untuk biaya operasional PD Kebersihan kan mendapat subsidi dari pemkot dan dari pemasukan komersil," ungkapnya
Anung berharap ke depannya Pemkot Bandung dapat menerapkan sanksi lebih tegas untuk warga yang sulit membayar iuran sampah.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak