KH Muhjidin, kakek Ridwan Kamil diusulkan jadi pahlawan nasional


Ridwan Kamil cucu dari KH Muhjidin
Bandung.merdeka.com - Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia (YMSI) Cabang Jawa Barat, mengusulkan KH Muhjidin yang merupakan kakek dari Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menjadi pahlawan nasional. KH Muhjidin dinilai jadi pahlawan nasional karena ikut berjuang pada masa kemerdekaan Indonesia bersama pasukan Hizbullah di zaman penjajahan Belanda.
Ketua YMSI Cabang Jawa Barat Nina Herlina Lubis, mengatakan pada masa perang kemerdekaan, KH Muhjidin merupakan salah satu ulama berpengaruh di kalangan masyarakat. Dia mendirikan pesantren bernama Pagelaran yang tersebar di berbagai wilayah di Jabar, seperti Subang, Purwakarta, dan Sumedang.
"Dalam beberapa catatan KH Muhjidin ini merupakan pimpinan Pasukan Hizbullah saat perang kemerdekaan zaman Belanda. Pasukan Hizbullah ini mengambil peran penting pada perang kemerdekaan," ujar Nina saat dihubungi Senin (28/3).
Nina mengatakan, KH Muhjidin menjadikan pesantren Pagelaran sebagai markas pelatihan dan penggemblengan mental bagi para pejuang Hizbullah. Kondisi ini dianggap sebagai ancaman bagi pemerintah kolonial, sehingga KH Muhjidin dianggap sebagai tokoh berbahaya.
Menurut Nina, KH Muhjidin tercatat pernah dua kali di penjara karena dianggap tokoh berbahaya oleh pemerintah kolonialisme. "Untuk memutus pengaruhnya di kalangan rakyat, Belanda menangkap KH Muhjidin," katanya.
Nina mengungkapkan, melalui penelitian yang telah dilakukan baik melalui hasil observasi maupun studi literatur, Muhjidin dinilai layak diusulkan menjadi pahlawan nasional. Terlebih lagi jika dilihat dari kriteria pengajuaan pahlawan nasional dalam UU Nomor 20 Tahun 2009 dan PP 35 Tahun 2010 telah terpenuhi.
"Berdasarkan kriteria itu sudah terpenuhi, hanya kami perlu membuat, menyusun, bukunya secara akademis dengan dilengkapin bukti," ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan sosok KH Muhjidin di mata keluarga merupakan sosok pahlawan. Sebab saat perang kemerdekaan, KH Muhjidin merupakan sosok ulama yang berjuang melawan penjajah Belanda.
"Kakek saya di mata kami sebagai keluarga adalah pahlawan yang membela republik ini. Beliau memimpin ratusan pasukan menyerang Belanda di sana-sini utamanya di Bandung," katanya.
Sebagai perwakilan keluarga, Ridwan mengaku tidak mempermasalahkan terkait usul gelar pahlawan nasional bagi kakeknya tersebut. Dia justru menganggap hal itu sebagai sebuah kehormatan.
"Untuk dikaji dan diusulkan saja bagi saya melebihi ekspektasi. Kakek saya sudah menjadi kebanggaan di keluarga kami," ujarnya menegaskan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak