Begini saran pengamat kepada Pemkot Bandung untuk benahi transportasi

Pengamat Transportasi Arief Mulia Edi
Bandung.merdeka.com - Masih beroperasinya angkutan omprengan menjadi salah pekerjaan rumah bagi Pemkot Bandung untuk membenahi sektor transportasi. Langkah tegas yang dilakukan Pemkot Bandung untuk melakukan pembenahan harus diimbangi dengan penataan angkutan secara komprehensif.
Hal itu disampaikan Pengamat Transportasi Arief Mulia Edi saat berbincang dengan wartawan di Roemah Enak, Jalan Cihapit, Rabu (23/3).
Arief menuturkan keberadaan angkutan omprengan, karena transportasi yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Keterbatasan jumlah moda transportasi yang ada seperti DAMRI dan TMB membuat keberadaan angkutan omprengan menjadi satu satu moda tranportasi alternatif yang dipilih oleh masyarakat.
"Makanya tidak mungkin ada plat hitam, tanpa ada permintaan. Nah Ini yang harus disikapi oleh Pemkot Bandung,"ujar Arief.
Arief menyebut setidaknya ada tiga upaya yang harus dilakukan oleh Dinas Perhubungan untuk membenahi permaslaahan tersebut. Adapu ketiga upaya tersebut yakni penataan rute, penertiban dan penataan moda transportasi.
Untuk penataan rute kata Arief, rute angkot-angkot yang ada saat ini harus kembali diatur dengan menyesuaikan tenpat-tempat yang biasa dilalui oleh masyarakat. Dengan hadirnya pusat-pusat bisnis baru, edukasi dan berbagai lokasi lainnya menjadi salah satu dasar dalam penentuan rute.
"Dishub yang nantinya bertugas melakukan survey rute angkot. Dengan survey ini nanti bisa tahu rute mana yang bisa dilalui dilalui oleh angkot. Penataan
ulang trayek ini harus dibarengi dengan reward and punishment. Jadi ketika dia melanggar rute bisa langsung ditindak,"ucapnya.
Selain itu lanjut Arief, keberadaan petugas Dishub yang bertugas untuk menindak angkot-angkot yang melanggar menjadi langkah selanjutnya yang harus dilakukan. Pihak Dishub dapat menggandeng pihak kepolisan untuk melakukan penertiban angkot yang melanggar.
" Dishub harus banyak tugas di lapangan. Jadi harus ada petugas yang mengawal dari awal, tengah sampai tujuan akhir rute angkot. Nah dishub dapat meminta polisi untuk mendampingi. Ini yang saya lihat belum ada di lapangan,"katanya.
Arief melanjutkan, Dishub juga diminta untuk melakukan penataan moda transportasi. Program konversi angkot menjadi bus secara bertahap harus segera dilakukan
"Jadi misalnya lima angkot. menjadi satu bus. Nah ini menjadi bagian pembenahan transportasi di Kota Bandung.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak