Pemkot Bandung sementara tunda pembangunan Jalan Pandu


Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung memutuskan untuk menunda sementara waktu proyek pelebaran Jalan Pandu yang rencananya akan dilakukan pada Maret ini. Tindaklanjut proyek pelebaran jalan yang akan menghubungkan Jalan Pajajaran dan Jalan Pasteur ini akan diputuskan pekan depan melalui rapat koordinasi antar SKPD.
Kepala Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam) Kota Bandung Arief Prasetya mengatakan pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan SKPD terkait pada pekan depan. Rapat koordinasi perlu dilakukan, sebab dalam proyek pelebaran jalan Pandu ini melibatkan empat SKDP yakni Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP), Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip), Dinas Perhubungan (Dishub) dan Diskamtam.
"Kata pimpinan, setelah rapat koordinasi baru akan diputuskan langkah berikutnya seperti apa. Karena dalam proyek ini bukan hanya Diskamtam tetapi juga ada SKPD lain seperti DBMP Dishub,"ujar Arief kepada Merdeka Bandung, Sabtu (5/3).
Menurut Arief, rapat koordinasi tersebut semula akan digelar pada pekan lalu. Namun karena satu lain hal rapat batal digelar.
Arief mengungkapkan, dalam rapat koordinasi tersebut salah satu poin yang akan membahas yakni terkait sosialisasi kepada ahli waris makam. Hingga saat ini dari sekitat 700 makam di (TPU) Kristen Pandu yang harus direlokasi, Diskamtam baru menyosialisasikan kepada 300 ahli waris.
"Mudah mudahan minggu depan bisa dibahas. Kami ga mau antar SKPD ga mau saling menyalahkan," katanya.
Meski demikian, Arief memastikan bahwa proyek pelebaran Jalan Pandu tetap ditargetkan selesai pada tahun ini. Sebab proyek pembangunan tersebut telah masuk ke dalam rencana kegiatan pembangunan Pemkot Bandung pada tahun 2016 ini.
"Jadi targetnya tetap tahun ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Kabid Pembangunan dan Pemeliharaan Kebinamargaan DBMP Kota Bandung Agoes Sjafroedin menuturkan pihaknya belum dapat memastikan terkait waktu pembangunan akibat dari penundaan tersebut. Pihaknya masih menunggu sosialisasi kepada masyarakat, dalam hal ini ahli waris makam dan warga sekitar yang terdampak dari adanya proyek pelebaran jalan ini.
"Kami menunggu sosialisasi dari SKPD lain. Mudah-mudahan sosialisinya cepat. Sehingga kita akan segera melaksanakan proses pengadaannya dengan lelang,"ujar Agoes kepada Merdeka Bandung, beberapa waktu lalu.
Menurut Agoes sesuai dengan tupoksi DBMP, pihaknya baru akan melakukan pengerjaan setelah semua tahapan proses selesai dilakukan.
"Sesuai dengan tupoksi DBMP adalah mengerjakan jalan. Bina marga akan berkerja pada lokasi tersebut, ketika di lokasi tersebut sudah clear. Baru kita akan mengerjakan konstruksi jalan," ucapnya.
Seperti diketahui, Pemkot Bandung melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan akan membuat jalan alternatif dari Jalan Pandu ke Jalan Pasteur melewati kawasan pemakaman TPU Kristen Pandu. Jalan alternatif ini memiliki panjang jalan 509 meter, lebar 7 meter serta trotoar 5 meter. Dengan adanya jalan alternatif tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak