LBH Bandung susun paremeter Bandung sebagai Kota HAM

Aktivis HAM Munir
Bandung.merdeka.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung tengah menyusun parameter atau guideline. Sebagai panduan untuk mengukur penerapan aspek Hak Asasi Manusia (HAM) di Kota Bandung.
Penyusunan gudeline tersebut sebagai respon terhadap rencana Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Untuk menyusun Peraturan Daerah (Perda) tentang HAM menyusul penandatanganan piagam Bandung sebagai Kota HAM tahun lalu.
“Draft yang kita buat adalah pandangan kita pada Bandung sebagai Kota HAM. Draft ini akan menjadi dasar kita untuk mengritik, usulan maupun monitoring yang syukur-syukur bisa diakomodir Pak wali kota,” kata Direktur LBH Bandung, Arip Yogiawan di Bandung, baru-baru ini.
Ia mengatakan, dalam minggu-minggu ini draft yang menjadi guideline tersebut ditargetkan sudah selesai. Guideline tersebut di antaranya berisi kriteria-kriteria yang harus ada dalam kota HAM.
Kemudian, kata dia, kriteria tersebut harus menjadi landasan dalam membuat berbagai kebijakan. Misalnya bahwa aspek HAM harus ada pada layanan pendidikan, kesehatan, dan layanan publik lainnya.
Terlebih saat ini Bandung sedang getol-getolnya melakukan pembangunan yang tidak lepas dari penggusuran. “Sebagai kota HAM, penerapan HAM pada saat penggusuran seperti apa. Tentu aspek HAM harus ditekankan dalam penggusuran," katanya.
Contoh lain, kata dia, bagaimana kota HAM dalam menjamin kebebasaan beragama. Menjamin kebebasan beragama tidaklah mudah. Penjaminan ini sebenarnya dilakukan pemerintah pusat. Tetapi pelaksanaannya didelegasikan kepada pemerintah daerah bersama Forum Kerukunan Umant Beragama (FKUB).
Bagaimana bentuk jaminan beragama dalam konteks kota HAM, menurut Arip juga harus tercermin dalam setiap kebijakan. Contohnya, di Bandung ada bangunan yang diperuntukan bukan untuk rumah ibadah tetapi dipakai rumah ibadah. Jika mengacu pada konteks kota HAM, rumah ibadah tersebut bisa diberi izin sementara misalnya.
Selain itu, Bandung juga dihuni penganut keyakinan tertentu yang selama ini dinilai sebagai sesat. Maka harus ada kebijakan yang memberi pemahaman bernuansa HAM. Bahwa mereka dilindungi dan memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya itu.
Belum lagi bagaimana layanan publik bagi kaum difabel .Jadi untuk menetapkan Bandung sebagai kota HAM tidak cukup hanya membuat Perda atau piagam. "Bandung kota HAM harusnya aspek HAM-nya ada dalam semua kebijakan yang dikeluarkan wali kota," terangnya.
Dengan kata lain, Pemkot harus punya protap yang menekankan aspek kemanusiaan pada setiap kebijakannya. Dalam waktu dekat ini, LBH Bandung akan melaunching guideline tersebut agar bisa diakses publik maupun pemegang kebijakan.
“Pemkot haris punya protap yang menekankan aspek kemanusiaan,” tandasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak