Prangko GMT angkat mitos Betara Kala memakan matahari


Prangko
Bandung.merdeka.com - Selama ini prangko dinilai barang jadul. Fungsi prangko pun makin berkurang seiring pesatnya surat elektronik. Tidak jarang generasi muda merasa asing dengan fungsi prangko.
Untuk merangkul generasi muda pada prangko, PT Pos Indonesia meluncurkan prangko Gerhana Matahari Total, khusus menyambut fenomena astronomi langka 9 Maret 2016 mendatang.
Manajer Filateli PT Pos Indonesia, Tata Sugiarta, menjelaskan prangko menggunakan pendekatan mitos Batara Kala yang hidup di seputar terjadinya gerhana. Mitos ini dipakai sebagai pintu masuk untuk menarik perhatian masyarakat pada peristiwa astronomi sekaligus pada prangko.
Menurut Tata, prangko tersebut hasil desain mahasiswa seni rupa ITB yang menggambarkan Batara Kala atau dewa waktu memakan matahari. Dalam mitos itu disebutkan, saat terjadi gerhana penduduk harus membunyikan kentongan agar Batara Kala tidak jadi memakan matahari.
"Makanya desain prangko ada tiga, desain saat matahari akan dimakan batara, saat matahari dimakan, dan saat ketiga matahari dimuntahkan kembali oleh Batara Kala," kata Tata usai peluncuran prangko di Observatorium Bosscha, Sabtu (27/2)
Ia menyebutkan, prangko dicetak sebanyak 300 ribu set. Selain itu, PT Pos juga mencetak souvenir sheet sebanyak 9.000 set. Prangko disebar ke seluruh Indonesia.
Prangko dilengkapi teknologi canggih buat rangkul anak muda
Sovenir sit dicetak dengan teknologi glowing in the dark seperti tasbih yang bisa menyimpan cahaya, sehingga ketika dibawa ke tempat gelap akan muncul cahaya yang terpendar.
Sentuhan teknologi kedua, kata dia, baik prangko maupun souvenir sheet ditambah feature augmented reality. Dengan teknologi ini, prangko akan menampilkan gambar tiga dimensi tentang proses terjadinya gerhana matahari total selama dua menit.
Untuk bisa mengoperasikan augmented reality pada prangko, harus mengunduh aplikasi dengan platform Android. "Jadi orang harus download dulu aplikasinya, kemudian ponselnya dipotretkan ke prangko, baru muncul tampilan 3D-nya. Kita sebut 4D karena ada musiknya," kata Tata.
Menurut dia, sentuhan teknologi augmented reality pada prango Gerhana Matahari Total ini yang pertama di Indonesia. "Teknologi ini menawarkan kepada anak muda. Di anak muda prangko kan kurang menarik. Tapi karena sekarang musim gadget, diharapkan anak muda menyambutnya," jelasnya.
Dengan meluncurkan prangko Gerhana Matahari Total, ada dua sasaran yang ingin dicapai, yakni mensosialisasikan prangko sekaligus mengenalkan fenomena alam, khususnya astronomi.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak