Ini Triyadi Guntur, desainer prangko Gerhana Matahari Total 2016


Triyadi Guntur
Bandung.merdeka.com - PT Pos Indoneaia baru saja menerbitkan prangko seri Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 di Observatorium Bosscha pada Sabtu (27/2). Prangko ini diterbitkan dalam tiga keping prangko dengan gambar latar belakang peristiwa gerhana matahari.
Lalu siapakah orang di balik pembuatan desain perangko seri gerhana matahati total tersebut?
Dialah Triyadi Guntur. Guntur adalah desainer prangko seri GMT 2016. Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB ini mengerjakan desain prangko ini bersama rekannya Agung EBW yang juga dosen FSRD ITB.
Guntur menuturkan konsep desain perangko yang dibuatnya terinspirasi dari mitos Batara Kala. Cerita Batara Kala yang menelan matahari, kemudian memuntahkannya kembali, dia tuangkan dalam karyanya di atas prangko.
"Jadi konsepnya tema mitos, mitologi. Bahwa mitologi sesuatu yang punya pembeda yang sangat kuat. Cerita Batara Kala ini diangkat karena sudah sangat populer," ujar Guntur kepada Merdeka Bandung saat ditemui di sela acara.
Ada tiga keping prangko dengan masing-masing penggambaran berbeda-beda. Prangko pertama menggambarkan Batara Kala saat memakan matahari. Gambar prangko kedua menggambarkan saat matahari hilang setelah ditelan oleh Batara Kala. Gambar prangko ketiga menggambarkan saat Batara Kala memuntahkan kembali matahari yang ditelannya.
"Jadi ini mitos Batara Kala itu sendiri. Selain itu ini juga menggambarkan proses gerhana itu sendiri. Ketika bayangan bulan menutup matahari kemudian terjadi gerhana matahari total dan bayangan mulai menyingkir," kata pria kelahiran Kudus, 15 Agustus 1974 .
Dia mengatakan, dirinya sengaja mengangkat cerita mitos dalam desain prangko tersebut untuk menunjukkan ciri khas sebagai identitas Indonesia.
"Saya ingin identitas ke Indonesia yang dimunculkan. Karena peristiwa ini kan jadi fokus dunia. Orang luar akan datang ke Indonesia. Kalo menggunakan pendekatan keilmuan jadi general," ucapnya.
Guntur mengungkapkan, proses desain gambar prangko memakan waktu selama sekitar tiga bulan. Proses tiga bulan itu dari mulai briefing dari para ilmuan terkait proses gerhana matahari total hingga kemudian diinterpretasikan ke dalam gambar.
"Prosesnya tiga bulan. Untuk proses desain satu bulan. Saya gambar secara manual, kemudian dikonversi ke digital," katanya.
Guntur mengatakan, untuk mendesain gambar prangko ini, dirinya mengaku tidak memiliki kesulitan apapun. Hanya saja, untuk gambar yang dituangkan ke dalam prangko tidak banyak menampilkan icon.
"Prangko ini kan spesifikasi khususnya dia kecil tentu berbeda dengan media lainnya. Jadi gambarnya jangan terlalu 'cerewet' artinya jangan terlalu banyak icon elemen elemen visual. Sedikit tapi ngomong banyak,"ucap dia.
Guntur sempat dipercaya oleh PT Pos Indonesia untuk mendesain gambar prangko. Sejak awal Tahun 2000 dia sudah mengerjakan setidaknya beberapa kali projek desain prangko.
"Sekitar empat sampai lima kali. Beberapa perangko seri cerita rakyat Sulawesi Utara kemudian perangko seri Bung Hatta," ujarnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak