Bandung luncurkan Aplikasi Gampil, Menkop UKM: Daerah lain harus tiru

user
Farah Fuadona 25 Februari 2016, 14:58 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Ngurah Puspayoga, mengapresiasi langkah pemkot Bandung yang mengembangkan sistem online berbasis aplikasi. Untuk akses pendaftaran bagi para pelaku mikro. Kota Bandung menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan kemudahan akses izin UKM.

Pemkot Bandung meluncurkan sebuah aplikasi bernama Gampil (Gadget Application Mobile for License). Dengan aplikasi ini para pelaku usaha mikro di Kota Bandung tidak perlu ribet lagi untuk mengurus proses perizinan, tetapi hanya cukup membuat tanda daftar melalui aplikasi ini.

"Kota Bandung ini punya kelebihan yakni dengan menggunakan online system. Dan ini harus ditiru oleh daerah-daerah lain," ujar Puspayoga kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (25/2).

Dia mengatakan, pihaknya akan mengadopsi sistem yang diterapkan di Kota Bandung untuk diterapkan di daerah lain. Dia bahkan meminta daerah lain untuk belajar dari Kota Bandung.

"Saya yakin nanti akan banyak para bupati atau walikota yang akan belajar dari sini. Dan siap-siap juga kepala BPPT untuk memberikan kelebihan yang ada di Kota Bandung," ujarya.

Puspayoga menyebut, pelaku UKM merupakan tulang punggung perekonomian di Indonesia. Untuk itu para pelaku usahanya harus diberikan kemudahan akses. Mulai dari akses untuk perizinan usaha hingga pembiayaan.

"UKM harus disentuh dengan kemudahan perizinan dan kemudahan akses pembiayaan. Di Bandung sudah bagus ada 'Gampil', Kredit Melati. Di tingkat nasional dari pembiayaan ada kredit usaha rakyat (KUR). Maka dari itu UKM harus diperhatikan," kata dia.



Kredit

Bagikan