Gubernur Jabar: Jangan mudah tergiur rekrutmen PNS


Bandung.merdeka.com - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengimbau masyarakat Jawa Barat tak mudah tergiur iming-iming rekrutmen pegawai negeri sipil (PNS). Terlebih jika rekrutmen tersebut mensyaratkan harus membayar uang jumlah tertentu.
"Saya imbau tidak mudah tergiur, selalu waspada. Sebab, rekrutmen PNS saat ini tidak sembarangan dan prosedur yang ditempuhnya pun demikian ketat. Apalagi harus bayar dulu di muka, itu penipuan," katanya di Bandung, melalui rilis yang diterima Merdeka Bandung, Jumat (19/2). Â
Masyarakat juga harus mewaspadai informasi rekrutmen dari portal dan laman internet yang tidak jelas sumbernya. Â
"Pastikan masyarakat umum memperoleh informasi resmi dari sumber formal, misalnya laman kementerian atau pemerintah daerah. Bukan dari informasi informal yang sulit dipertanggungjawabkan," tandasnya.
Selain mensyaratkan uang, kata dia, penipuan rekrutmen PNS biasanya menjanjikan bisa memberikan kuota PNS. Padahal kuota pengangkatan PNS adalah kewenangan pemerintah pusat.
Selain itu, ia juga menegaskan tidak ada jalan pintas pengangkatan honorer menjadi PNS. Misalnya prosedur pengangkatan tenaga honorer di Pemprov Jawa Barat harus memenuhi sejumlah persyaratan yang ketat, di antaranya masa kerja dan persyaratan lain yang selektif dan tidak bisa direkayasa.
Ia menambahkan, pihaknya sudah membuat sistem penerimaan honorer yang ketat dan tak mudah direkayasa. Hal ini ditempuh untuk mencapai kesetaraan dan keadilan bagi semua pihak.
"Jangan mau enaknya saja (diangkat jadi PNS), tapi tanggungjawabnya ada di saya. Kami kemudian ubah sistemnya dengan keabsahan dan tanggungajwab data harus dari awal, harus dari kepala dinasnya," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak