Perayaan kirab Cap Go Meh 2016 di Bandung kemungkinan diundur


Bandung.merdeka.com - Acara Kirab Budaya Cap Go Meh 2016 yang rencananya akan digelar pada Maret mendatang, kemungkinan besar bakal diundur. Perayaan Cap Go Meh yang masuk ke dalam agenda pariwisata Pemkot Bandung ini belum bisa dipastikan waktu penyelenggaraannya.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Kenny Dewi Kaniasari menuturkan, beberapa waktu lalu pihaknya menerima surat dari tiga pihak yakni Vihara Giri Metta, Vihara Dharma Ramsi dan Walubi Provinsi Jawa Barat. Ketiganya meminta agar perayaan kirab Cap Go Meh 2016 ditunda sementara waktu.
"Alasaannya karena peristiwa bom Thamrin yang terjadi beberapa waktu lalu di Jakarta, jadi ditunda. Jadi itu ada keprihatinan karena bom Thamrin," ujar Kenny kepada Merdeka Bandung saat ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (18/2)
Kenny mengatakan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan kejelasan terkait penyelenggaraan acara kirab Cap Go Meh tahun ini. Padahal acara tersebut sudah masuk ke dalam kalender event Disbudpar Kota Bandung yang diprediksi akan menyedot para wisatawan untuk datang ke Bandung.
"Kalau dijadwal kalender event kita itu, Maret memang dijadwalkan oleh kita," ucap Kenny.
Dia mengaku belum bisa memastikan terkait penyelenggaraan acara Kirab Cap Go Meh tahun 2016 ini. Namun dia tetap optimis acara tersebut dapat bisa diselenggarakan pada tahun ini.
"Optimisnya mungkin ada. Tapi ya mungkin dengan persiapan juga Maret pun, kalau mereka sudah siap bulan maret ya Alhamdulillah," ujarnya.
Seperti diketahui, kirab budaya Cap Go Meh merupakan kegiatan budaya yang biasa digelar rutin setiap tahun di Kota Bandung. Kegiatan ini diisi dengan iring-iringan puluhan liong dan barongsay yang beraksi dengan cara berjalan mengelilingi sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Acara kirab budaya ini diselengarakan oleh dua pihak penyelenggara berbeda yakni dari Vihara Giri Metta dan Vihara Dharma Ramsi yang dilakukan secara bergantian.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak