Saritem, Ridwan Kamil: Sudah ditutup masih ada yang curi-curi

Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok sedang bersiap untuk menutup lokalisasi prostitusi di Kalijodo. Di Bandung, tempat prostitusi serupa juga terkenal di kawasan Saritem.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan, meski eks lokalisasi Saritem telah ditutup pada tahun 2007 lalu, dia mengakui masih ada geliat aktivitas prostitusi di sana.
"Dari zaman Pak Dada (wali kota Bandung sebelumnya), Saritem itu sudah ditutup secara resmi. Sepeti penataan PKL, ada sekian persen yang masih suka curi-curi," ujar Ridwan Kamil kepada Merdeka Bandung saat ditemui di rumah dinas wali kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Selasa (16/2) kemarin.
Dia mengatakan, terakhir kali lokalisasi tersebut digerebek oleh pihak kepolisian pada Mei 2015 lalu. Setelah penggrebekan besar-besaran oleh pihak kepolisian, tidak lagi ada aktivitas prostitusi di di sana.
Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan pihaknya akan kembali berkoordinasi dengan pihak kepolisian. Jika nantinya memang terbukti masih ada aktivitas prostitusi di eks lokalisasi Saritem.
"Terakhir dengan kepolisian kan sudah digrebek sudah dikunci. Saya akan coba koordinasi lagi dengan kepolisian supaya ada konsistensi menegakan aturan di sana," ucapnya.
Emil mengungkapkan, pihaknya sudah memberikan solusi dengan menawarkan program kredit melati (melawan rentenir) kepada para PSK di sana untuk ikut Dengan progran tersebut, Pemkot Bandung memberikan pinjaman modal tanpa agunan untuk memulai usaha.
"Kan warga itu sudah Saya tawari untuk ambil kredit melati. Yang penting mau usaha, Saya modalin enggak usah pakai agunan. Jadi sudah saya siapkan solusi ekonominya. Peluangnya ada, karena perputarannya ekonomi Rp 6 triliun dari wisatawannya (di Bandung). Asal mau gawe, asal mau, modal dari kita. Saya itu dalam menyelesaikan masalah kota bandung pasti nyari solusi dulu," jelas Emil.
Untuk menekan prostitus di Kota Bandung, Emil mengaku masih kesulitan untuk menjerat para pelaku prostitusi.
"Makanya saya bilang yang memungkinkan itu menghukum si lelakinya, cuma enggak ada referensi aturan hukumnya. Jadi kan ada suplai ada demand. Nah kita kunci dari demandnya. Cuma kan aspek hukumnya bagaimana memenggal 'si demandnya' supaya suplainya seret," ujarnya.
Saat disinggung adanya pihak yang membekingi aktivitas prostitusi di Saritem, Emil mengaku tidak gentar. "Enggak ada masalah. Itu mah dilawan aja," kata dia.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak