Dapat aduan masuk SD harus bisa calistung, DPRD Bandung geram

Ahmad Nugraha Ketua Komisi D DPRD Bandung
Bandung.merdeka.com - DPRD Bandung geram bukan main mendapat aduan penerimaan peserta didik baru (PPDM) untuk SD di Bandung harus melalui tes membaca, menulis dan menghitung (Calistung).
“Masuk SD kudu bisa calistug itu tidak boleh. Katanya golden age, tapi dites Calistung,” kata Ketua Komisi D Ahmad Nugraha, kepada Merdeka Bandung.
Sebelumnya Ahmad menerima aduan dari pengelola Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) tentang adanya SD di Bandung yang hanya mau menerima murid yang sudah bisa membaca, menulis dan menghitung. Aduan itu diungkapkan Muatari, pemilik Paud Pelangi Ujung Berung Bandung, yang menyatakan peran guru Paud sangat besar. Termasuk menyiapkan murid yang bisa calistung sebelum masuk SD.
“Murid yang tak bisa calistung malah ditinggalin gurunya. Terus anak kelas satu sudah dapat banyak PR-nya,” kata Muatari.
Ketika anak yang baru masuk SD tidak bisa calistung, tambah dia, guru SD justru meminta si anak balik lagi ke TK atau Paud.
Ahmad Nugraha menegaskan, tes calistung untuk anak yang mau masuk SD tidak diperbolehkan. “Silahkan guru-guru Paud melaporkan ke kami kalau udah yang kaya gini kacau,” katanya.
Politikus PDI Perjuangan ini menjelaskan, masa kecil merupakan masa bermain yang tidak boleh dibebani pelajaran berat. Adanya Paud atau TK untuk menyalurkan permainan anak. Ia juga menilai, keberadaan Paud atau TK sudah salah kaprah. Banyak Paud atau TK yang justru mengajarkan baca tulis pada anak didiknya.
“Anak usia dini harusnya dibiarkan bermain. Di TK tak boleh diajarkan baca tulis hitung, karena masih kecil, lelah mereka. Mereka harus dibiarkan bermain, menggerakan motorik, sosialisasi, mengenal etika dan tata krama, bukan diajar calistug,” ungkapnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak