Ini 4 lokasi PKL yang akan direlokasi Pemkot Bandung

Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Pemerintah Kota Bandung kembali melakukan penataan terhadap keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di Kota Bandung. Dalam waktu dekat ada empat titik PKL yang akan direlokasi yakni PKL di Jalan Dayang Sumbi, Purnawarman, Otto Iskandardinata (Otista) dan Cicadas.
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan penataan PKL yang akan dilakukan dalam waktu dekat yakni PKL yang berada di Jalan Purnawarman. PKL yang biasa berjualan di Jalan Purnawarman, akan direlokasi ke lahan parkir outdoor milik pengelola BEC yang berada di Jalan Purnawarman.
"Jadi disepakati dalam waktu 4 minggu, PKL Purnawarman akan digeser ke lahan parkir outdoor milik BEC yang lokasnya di belokan Jalan Purnawarman. BEC udah punya gedung, parkirnya lebih dari cukup. Sehingga saya melobi pemiliknya untuk menaruh (PK sementara kesana)," ujar Ridwan Kamil usai menggelar pertemuan dengan tim Satgasus PKL di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (15/2).
Ia menuturkan PKL yang berada di Jalan Otista rencananya akan direlokasi ke lantai 8Â Gedung Pasar Baru. Proses pemindahan PKL ditargetkan selama dua bulan ke depan.
Selain itu untuk PKL yang berada di Jalan Dayang Sumbi rencananya akan direlokasi ke lokasi parkir Sabuga. Pihaknya akan membangun tempat relokasi untuk PKL Jalan Dayang Sumbi di lokasi tersebut.
Pembangunan tempat relokasi untuk PKLÂ Dayang Sumbi rencananya akan dilakukan pada bulan April mendatang. Proses pembangunan diperkirakan akan memakan waku 1-2 bulan. Setelah bangunan untuk reloasi selesai, PKL yang biasa berjualan di trotoar Jalan Dayan Sumbi akan dipindahkan ke tempat relokasi tersebut.
"April akan mulai dibangun penataan untuk PKL Dayang Sumbi. Dananya sudah disiapkan Rp 500 juta-1 miliar. Nanti PKL Dayang Sumbi akan kita pindahkan ke situ. Udah gak ada masalah, hanya masalah waktu karena anggaranya baru diketuk palu,"katanya.
Emil melanjutan, untuk PKL di Jalan Cicadas, rencananya akan direlokasi ke eks Matahari Mall yang berada di Jalan Ibrahim Adjie. Pihaknya mengaku sudah bekerjasama dengan PD Djawi selaku pengelola Eks Matahari untuk menampung para PKL Cicadas.
"Kenapa Cicadas baru sekarang,karena kemarin bermasalah dan sekarang sudah bersih bisa kita gunakan," kata dia.
Di lokasi eks Matahari Mall lanjut Emil, nantinya akan dibangun rumah susun yang diperuntukan untuk kalangan menengah ke bawah ditambah tempat untuk PKL yang dibangun secara permanen
"Di lokasi eks matahari nanti akan dibangun rumah susun dan komersial. Jadi di sana ada rumah susun untuk menengah bawah dan sebagian besar penataan ekonomi mikro, PKL di situ. Jadi nanti mereka akan menempati itu," ucapnya.
Emil menargetkan proses pemindahan PKL Cicadas akan dakukan dalam waktu empat bulan ke depan. Emil mengungkapkan setelah PKL di Jalan Cicadas direlokasi, trotoar yang semula dipenuhi PKL akan ditata menjadi lebih indah.
"Jadi PKL di sepanjang Jalan Ahmad Yani akan direlokasi. Setelah direlokasi, nanti trotoarnya akan ditata. Ada kursi, bola batu lampu. Dimana memngkinkan disiapkan panca trotoar," ungkapnya.
Emil mengatakan bahwa relokasi PKL ini sebagai langkah tegas Pemkot Bandung untuk menata para PKL agar lebih rapi dan tertata. Namun Pemkot Bandung tetap memberikan solusi bagi para PKL
"Ini untuk membuktikan bahwa Pemkot ini, tetapi tetap memberikan solusi. Jadi kita gak akan gusur-menggusur tanpa solusi," ujar dia.
Di tempat yang sama Sekretaris Satgasus PKL Erick M Ataurik mengatakan jumlah PKL di masing-masing titik berbeda-beda. Untuk PKL di Jalan Purnawarman ada 45 PKL yang Terdiri dari 27 kuliner dan 18 aksesoris. Sementara untuk PKL di Jalan Otista ada sekitar 492 PKL, dimana 305 PKL diantaranya ber-KTP Bandung dan sisanya berktp luar Bandung.
Sedangkan PKL yang berada di Jalan Cicadas tercatat ada 600 PKL. Namun pihaknya belum bisa mengidentifikasi PKL yang ber-KTP Bandung dan luar Bandung.
Erick mengungkapkan, sejauh ini belum ada penolakan terkait rencana relokasi PKL di empat titik tersebut. "Sampai tadi memang seperti dari Cicadas pada dasarnya belum fix. Tapi setelah diberikan garansi bahwa nanti akan diakomodir secara permanen di rusunami mereka tidak berkometar lagi," kata dia.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak