Berpakaian hitam putih, guru Paud demo gaji cuma 'Sajuta Satangah'


Demo Guru PAUD
Bandung.merdeka.com - Ratusan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berunjuk rasa di depan kantor DPRD Kota Bandung, Jalan Sukabumi, Senin (15/2). Mereka menuntut kesejahteraan dari Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat.
Para guru PAUD yang rata-rata mengenakan pakaian hitam putih, mulai melakukan aksinya pukul 10.00 WIB. Mereka berorasi dan mengusung poster dan spanduk berisi tuntutan.
"Helo! Kami Juga Guru Honor Bro," demikian salah satu tulisan karton yang diusung para guru. Tulisan lainnya, "Kami juga ingin insentif honorarium...", ada juga tulisan menyindir, "Kami bukan pengasuh tapi guru".
Tulisan sindiran lainnya yang diusung para guru misalnya, "Jadi Guru Paud itu Gajinya Sajuta Satengah=sabar jujur tawakal saban tengah bulan terengah-engah".
Guru yang tergabung dalam Forum Guru Paud Kota Bandung (Forguud) itu mengusung empat tuntutan, yakni menuntut kesejahteraan guru di Kota Bandung.
Tuntutan berikutnya, guru Paud juga berhak mendapat bantuan maupun tunjangan daerah yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bandung, melakukan pembinaan untuk meningkatkan kualitas guru Paud.
Pemkot Bandung juga diminta mengakui keberadaan guru Paud di Kota Bandung yang bekerja secara professional, bahwa guru Paud adalah pendidik bukan pengasuh.
Juru bicara Forum Guru Paud Kota Bandung (Forguud), Yanyan Herdiyan mengatakan peran guru Paud sangat krusial dalam dunia pendidikan. Guru Paud mendidik anak pada usia keemasan anak, yakni 0-6 tahun.
"Sejumlah penelitian menyebutkan masa depan anak sebagian besar ditentukan dan dibentuk saat usia emas (golden age)," kata Yanyan yang juga Ketua Forum Guru Honorer (FKGH).
Sayangnya, kata dia, peran besar guru Paud tidak dibarengi dengan kualitas dan kesejahteraan. Tidak sedikit guru Paud yang lulusan SMP dan SMA, dan hanya sebagian kecil yang S1.
Jumlah guru Paud pun masih rendah. Dalam satu Paud, kata dia, ada yang hanya mengandalkan satu orang guru. Kondisi tersebut dipicu oleh minimnya honor guru Paud.
"Honor guru Paud di Kota Bandung saat ini antara Rp 100.000 sampai Rp 400.000 per bulan. Bahkan tidak sedikit yang tidak mendapatkan honor," katanya.
Kondisi tersebut ironis jika dibandingkan dengan UMK Kota Bandung 2015 Rp 2,3 juta. Guru Paud juga tidak mendapatkan dana hibah atau tunjangan daerah. Hal ini berbeda dengan rekan-rekan mereka yang ngajar di TK yang sudah sejak dua tahun terakhir memperoleh tunjangan tahunan dari Pemkot Bandung.
"Padahal menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 guru Paud berkedudukan setara dengan guru TK maupun RA (madrasah TK)," terang Yanyan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak