Tanpa lahan parkir, taman-taman di Bandung jadi sumber kemacetan


Taman Cikapundung
Bandung.merdeka.com - Revitalisasi dan pembangunan sejumlah taman di Kota Bandung, Jawa Barat, yang gencar akhir-akhir ini disarankan agar dibarengi dengan pembangunan lahan parkir. Tanpa lahan parkir memadai, sejumlah taman tersebut malah akan menjadi sumber kemacetan.
"Pembangunan tempat bersama BBWS (Teras Cikapundung) itu bikin macet. Harus dipikirkan, jangan sampai mengganggu lalulintas," kata Pakar transportasi ITB, Ofyar Zainuddin Tamin di Bandung baru-baru ini.
Teras Cikapundung dibangun di tepi sungai yang membelah pusat Kota Bandung, yakni Sungai Cikapundung, Jalan Siliwangi. Sejak Teras Cikapundung diresmikan, lalulintas di Jalan Siliwangi yang sehari-harinya ramai menjadi titik kemacetan baru.
Ofyar menjelaskan, Jalan Siliwangi merupakan kunci pergerakan kendaraan dari arat timur menuju barat Kota Bandung. "Kendaraan dari timur ke barat semua lewat situ. Kalau itu macet, akan parah, macet di mana-mana," katanya.
Ia menyarankan Pemerintah Kota Bandung agar berani membangun tempat atau gedung-gedung parkir. Menurutnya, pembangunan tempat parkir tidak akan rugi mengingat potensi bisnis parkir di Bandung sangat menjanjikan.
Selain itu, pembangunan tempat parkir akan menjadi salah satu solusi mengatasi kemacetan Kota Bandung. Tempat parkir yang dibangun harus menggunakan tarif berbasis waktu.
Pembangunan temapat parkir juga akan mengurangi parkir liar yang banyak memakan luas jalan. Luas jalan di Bandung yang dipakai parkir liar membuat daya tampung jalan makin terbatas.
"Bisnis parkir dalam lima tahun bisa kembali modal (pembangunan lahan parkir). Lahannya sebenarnya ada, tinggal dibangun," kata dia.
Senada dengan Ofyar, Ketua Komisi C DPRD Kota Bandung Entang Suryana mengatakan revitalisasi dan pembangunan taman di Bandung memang kelemahannya ada di masalah parkir.
"Misalnya Teras Cikapundug nambah kemacetan memang betul. Taman yang dibangun bagus tapi banyak macet," katanya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak