Kota Bandung diminta serius dapatkan retribusi parkir

user
Farah Fuadona 12 Februari 2016, 18:50 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - Ketua Komisi C DPRD Kota Banung Entang Suryana meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung serius mengejar target retribusi parkir yang potensinya sangat besar. Tahun ini target yang harus dicapai Pemkot Bandung sebesar Rp 80 Miliar.

Menurut Entang, target itu jauh lebih besar dari target tahun lalu yang hanya Rp 9 miliar. Namun target tahun lalu tidak terealisasi.  

“Retribusi sekarang ditinggikan hampir Rp 80 Miliar. Ini pekerjaan rumah besar,” kata Entang, dalam talkshow “Menanti Laju Kadishub Baru” di PR FM, Bandung, Jumat (12/2).

Ia menyangsikan target tersebut bisa tercapai jika tidak dibarengi dengan kinerja serius khususnya oleh Dishub Kota Bandung. Mengingat target tahun lalu pun yang sebesar Rp 9 Milyar tidak tercapai. “Apalagi tahun ini Rp 80 Miliar,” katanya.

Tugas berat untuk merealisasikan target tersebut ada di tangan Kepala Dishub Kota Bandung yang baru menjabat, yakni Didi Ruswandi.

Entang menuturkan, sejak dirinya menjadi anggota dewan sudah hampir empat kali mengalami pergantian Kadishub Kota Bandung. Selama gonta-ganti tersebut tidak pernah mencapai target raihan retribusi. “Sebenarnya sistemnya sudah ada, eksekuainya saja yang belum,” katanya.

Ia menduga, ada kebocoran dalam retribusi parkir di antaranya banyaknya parkir liar yang tidak masuk retribusi.

Kadishub Didi Ruswandi mengatakan, untuk meningkatkan retribusi dan sejumlah pekerjaan rumah bidang perhubungan di Kota Bandung pihaknya akan melakukan sinergi dengan berbagai pihak terkait.

Di bidang penegakan hukum, kata dia, Dishub harus menjalankan koordinasi dengan Satpol PP dan kepolisian. Domain Satpol PP dan kepolisian, kata dia, di antaranya menindak parkir liar. “Kita akan meningkatkan operasi bersama untuk menyelesaikan hal itu,” katanya.

Untuk penegakan hukum Dishub Kota Bandung akan menambah jumlah penyidik. Selama ini jumlah penyidik hanya satu tim saja. Selain itu, tarif parkit di Kota Bandung juga dinaikan.
“Kemarin kita hanya punya satu penyidik, besok-besok akan ada tim tambahan dari kepolisian,” ujar Didi.

Kredit

Bagikan