Kota Bandung raih nilai tertinggi dalam LHE AKIP

Penyerahkan laporan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan LHE AKIP
Bandung.merdeka.com - Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyerahkan laporan hasil evaluasi akuntabilitas kinerja instansi pemerintahan (LHE AKIP). Laporan ini diberikan kepada 156 pemerintah kabupaten dan kota di wilayah provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Kalimantan, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
Dari sejumlah kabupaten dan kota yang menerima laporan, Kota Bandung menjadi pemerintah kota yang mendapatkan predikat tertinggi yaitu A.
"Setelah direformasi selama dua tahun dibongkar sana sini, dibedah permasalahan-permasalahan birokrasi. Kita Alhamdulillah kita menjadi satu-satunya Kota yang mendapat predikat A dengan nilai 80,2," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui seusai penyerahan LHE AKIP di Gedung Sabuga, Jalan Tamansari, Jumat (12/2).
Dia menuturkan perkembangan tata kelola pemerintahan Kota Bandung mengalami perkembangan selama dua tahun terakhir. Sebelumnya Kota Bandung mendapatkan predikat CC dengan nilai 48, namun angka tersebut berhasil diperbaiki dengan mendapatkan predikat A.
Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut tantangan terrbesar dalam melakukan reformasi birokasi di Kota Bandung, yakni terkait mengubah mental birokrasinya. Salah satu cara yang dia lakukan untuk mengubah mental birokrasi di bawah pemerintahannya yakni dengan mengubah cara kepemimpinannya dalam menata Kota Bandung dengan banyak turun langsung ke lapangan.
"Jadi saya mengubah cara kepemimpinan, tidak banyak nyuruh-nyuruh, tapi saya ikut ke dalam. Saya ikut menyemangati, nggak usah marah-marah cukup dengan ngobrol, nasihat, ikut membedah penyakit-penyakitnya. Saya kira dengan pola itu mereka merasa dihargai," kata dia.
Selain itu, dengan sistem smart city yang tengah dibangun di Kota Bandung. Akan membantu dirinya untuk mengukur transparansi kinerja pemerintahan. Dengan cara itu transparansi kinerja pemerintahan dapat terkontrol dengan baik.
"Makanya saya geser ke smart city kan. Kalau Bandung ini silahkan masuk ke Silakip.go.id. Warga bisa menilai kinerja birokrasi seperti apa," ujarnya.
Emil menambahkan setelah tata kelola pemerintahan dinilai cukup baik, pihaknya akan melanjutkan target yang diberikan oleh Menpan RB yakni menghubungkan dengan zona bebas korupsi.
"Nah berikutnya setelah nilai A kami ditargetkan oleh Menpan untuk menghubungkan nilai A ini dengan zona bebas korupsi. Jadi itu level tertinggi lagi setelah nilai A. Jadi nilai A dengan WBK (wilayah bebas korupsi). Sehingga kinerja birokrasi ini terasa oleh masyarakat, terukur oleh sistem. Kemudian juga pasti tidak ada permasalahan dalam urusan integritas," pungkasnya.
Di tempat yang sama, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi memberikan apresiais kepada pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki komitmen untuk melakukan perubahan dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan. Hal itu terlihat dari evaluasi terhadap 156 pemerintah kabupaten dan kota yang tercatat 99 di antaranya mengalami peningkatan.
"Saya mengapresiasi pencapaian pemerintah kabupaten dan kota yang memperoleh nilai baik. Untuk yang belum memeroleh hasil baik, tidak ada kata terlambat untuk selalu memperbaiki," kata Yuddy.
Total, Kementrian PAN RB telah menyerahkan LHE AKIP kepada 466 pemerintah kabupaten dan kota untuk tahun 2015, dimana 40 diserahkan di Bali, 157 di Yogyakarta, 113 di Surabaya dan 156 di Bandung. Pada penyerahan LHE AKIP tahun ini, Kota Bansung menjadi pemerintah kota yang mendapatkan predikat tertinggi yaitu A. Kemudian disusul Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Badung, Kota Tanjung Pinang dan Kota Sukabumi dengan masing-masing mendapatkan predikat BB.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak