Waspada banjir, banyak tanggul-tanggul sungai tua dan retak

user
Farah Fuadona 12 Februari 2016, 10:43 WIB
untitled

Bandung.merdeka.com - BPBD Jawa Barat mewaspadai tanggul-tanggul sungai yang berpotensi jebol akibat luapan air. Tanggul-tanggul tersebut terutama berada di sepanjang sungai dan anak Sungai Citarum yang melintas dari Bandung sampai Bekasi.
 
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Jabar, Budiman, mengatakan pihaknya sudah melaporkan kondisi tanggul tersebut ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), mengingat sungai berada di bawah tanggung jawab BBWS atau Kementerian PU.
 
“Kami dari BPBD sudah memberitahukan ke BBWS tentang masalah ini,” kata Budiman, kepada Merdeka Bandung.
 
Kepada BBWS, tutur dia, pihaknya menyampaikan bahwa masalah pengendalian banjir tidak cukup hanya dengan pengerukan. Sebab banjir yang selalu terulang tiap tahun terkait erat dengan penggunaan tata ruang mulai dari hulu sampai hilir.
 
“Jadi tidak cukup sungai dikeruk, kalau dikeruk parsial apalagi tidak selesaikan masalah. Kemudian di hilir tanggul-tanggul sudah pada tua, sudah retak-retak, jika terjadi banjir sungainya meluap jebol,” katanya.
 
Kasus melubernya air sungai melewati atau menjebol tanggul terjadi di Kabupaten Indramayu baru-baru ini. Banjir merendam beberapa kecamatan dengan ketinggian air rata-rata 30 centimeter.
 
“Lusa kemarin terjadi banjir di Indramayu ternyata masalahnya air Sungai Citarum meluap melewati tanggul, jadi luber masuklah ke pemukiman,” katanya.
 
Menurutnya, perbaikan tanggul harus dilakukan dari hulu sampai hilir oleh BBWS atau pemerintah pusat. Lebih penting dari itu, perbaikan sungai disertai dengan mentaati tata ruang.
 
“Jangan sampai terlalu banyak alih fungsi lahan, lahan resapan dijadikan bangunan,” tandasnya.

Kredit

Bagikan