Begini langkah Kadishub baru benahi transportasi di Bandung

Ilustrasi Kota Bandung
Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil baru saja melantik tiga pejabat eselon II di Gedung Serbaguna, Balai Kota Bandung, Jumat (5/2). Nama Didi Ruswandi terpilih sebagai Kepala Dinas Perhubungan baru menggantikan Ricky Gustiadi yang diberhentikan oleh Wali Kota Bandung.
Ditemui seusai acara pelantikan, Didi yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kota Bandung mengatakan, langkah pertama yang diambil setelah dirinya menjabat sebagai Kadishub yakni menginventarisir masalah transportasi yang terjadi di Kota Bandung seperti kemacetan, parkir liar. Namun salah satu fokus utama yang ingin dibenahi, Didi mengaku lebih menekankan untuk mengubah pola perilaku masyarakat untuk beralih dari transportasi pribadi ke transportasi umum.
"Konteksnya bagaimana kita beri insentif supaya orang lebih memilih pake kendaraan umum. Kemudian bagaimana membangun sistem kendaran umum yabg menarik bagi pengguna. Jadi kita akan coba bikin feeder dari terminal atau shelter ke persil itu memungkinkan kalau bikin sepeda. Jadi dari rumah naik sepeda ke shelter atau terminal terus naik angkot kayak di Jepang, " ujar Didi kepada Merdeka Bandung, Jumat (5/2).
Dia menuturkan, pihaknya ingin mulai melakukan transformasi pelayanan tranportasi di Bandung dari angkutan kota ke bus. Pihaknya mengaku akan menjalin berkomunikasi dengan pihak pengusaha angkutan umum untuk merealisasika rencana tersebut.
"Jadi bagaimana supaya pengusaha angkot mau beralih ke bus. Nah ini butuh insentif yang harus kita pikirkan. Dari segi regulasi yang harus kita bangun. Itu yang akan kita coba," katanya.
Selain itu lanjut Didi, masalah kebocoran parkir , pelayanan taksi dan kemacetan juga akan menjadi fokus pembenahan masalah transportasi di Kota Bandung. Untuk masalah tingginya kebocoran parkir, Didi mewacanakan untuk menggunakan pendekatan teknologi dengan menambah jumlah mesin parkir di Kota Bandung.
Sementara terkait banyaknya keluhan pelayanan taksi di Kota Bandung, pihaknya berencana akan memberlakukan sertifikasi untuk pengemudi taksi.
"Kita akan coba mengadopsi pola di Kota Solo. Mereka karena kota wisata, jadi supir taksi didiklatkan. Jadi kita harus punya standar pelayanan, bagaimana cara menyapa seperti apa dan sebagainya. Di samping itu ada sertifikasi. Argo. Kalo tidak ada argo, sertifikasi dicabut, sehingga supir gak bisa nyetir taksi," ungkapnya.
Sementara itu saat disinggung terkait proyek berskala besar seperti LRT dan Cable Car di Kota Bandung, Didi mengaku belum ingin bicara banyak. Dia mengaku akan memperlajari terlebih dahulu.
"Saya coba pelajari dulu," pungkasnya
Â
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak