Dinilai bermasalah, Ridwan Kamil berhentikan sementara Dirut PD Pasar

Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil melakukan pemberhentian sementara terhadap Dirut PD Pasar Bermartabat Rinal Siswadi. Hal itu dilakukan lantaran kinerja PD Pasar dinilai bermasalah.
"Dirut PD Pasar diberhentikan sementara, karena laporan dari pedagang dari masyarakat banyak sekali (bermasalah)," ujar Ridwan kepada Merdeka Bandung seusai acara pelantikan pejabat eselon II di Gedung Serbaguna, Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (5/1).
Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, PD Pasar menjadi salah satu BUMD yang tengah dalam sorotan lantaran mendapat rapor merah. Program revitalisasi pasar yang tak kunjung terlaksana serta kerugian yang dialami oleh PD Pasar menjadi salah satu catatan.
Emil mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan audit terhadap kinerja PD Pasar. Audit yang akan dilakukan oleh tim independen ini mencakup dua hal yakni audit keuangan dan audit teknis.
"Saya susah untuk ngambil keputusan kalau tidak berdasarkan sebuah kronologis dan bukti-bukti forensik yang baik. Jadi per hari Senin tim audit sudah bekerja. Auditnya dibagi dua, ada audit keuangan dan audit teknis. Jadi akan ditelusuri kenapa merugi, kenapa banyak laporan potensi-potensi yang hilang dan sebagainya," kata dia.
Menurut Emil, hasil audit ini selanjutnya akan dijadikan bahan pertimbangan untuk menentukan posisi Dirut PD Pasar. Apakah akan dipertahankan atau diberhentikan.
"Apakah setelah diaudit tidak terbukti, maka dikembalikan ke posisinya hanya diberi kesempatan supaya kerjanya lebih baik lagi. Atau diberhentikan tetap, jika terbukti hal-hal yang memberatkan tidak bisa ditolerir," ujarnya.
Emil mengungkapkan proses audit ini akan memakan waktu sekitar satu bulan. Untuk mengisi kekosongan posisi Dirut PD Pasar yang diberhentikan sementara akan dipegang oleh Iming Ahmad yang saat ini menjabat sebagai Asisten II bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Bandung.
Emil kembali mengingatkan dengan adanya pemberhentian ini, menjadi peringatan kepada pejabat di lingkungan Pemkot Bandung untuk meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat.
"Jadi jangan kaget ada berita seperti ini. Ini reward and punishment dalam organiasi. Jangan dibesar besarkan, karena ini hal biasa," ujar Emil.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak