Nilai investasi proyek LRT Bandung Koridor 1 capai USD 260 juta


Ridwan Kamil
Bandung.merdeka.com - Rencana pembangunan proyek LRT Koridor I (Babakan Siliwangi - Terminal Leuwi Panjang) kemungkinan besar akan dikerjakan oleh perusahaan asal Singapura, Singapore Mass Rapid Transit (SMRT). Pembangunan proyek tersebut ditargetkan akan dimulai tahun ini
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, mengatakan nilai investasi dari proyek tersebut sebesar USD 260 juta. Ridwan menyebut angka nilai investasi tersebut lebih murah dibanding dengan monorail
"Investasinya alhamdulillah murah USD 260 juta. Kalau pakai monorail bisa USD 500 juta. Setelah saya hitung dengan tim teknologinya murah banget, canggih dan enggak membebani masyarakat," ujar Ridwan kepada Merdeka Bandung.
Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, adapun teknologi yang akan digunakan dalam pembangunan LRT Koridor I ini yakni menggunakan teknologi Grup Rapid Transit. Menurut Emil, selain teknologi yamg digunakan lebih murah, juga memiliki berbagai keunggulan dibandingkan dengan teknologi lain.
"Teknologi LRT terbaru ini bisa 'pungkal pengkol' (berkelok-kelok) di jalan yang nyudut. Kalau monorail karena dia kereta kan belokannya harus (membutuhkan lahan) gede, nah itu kurang fleksibel kalo di Bandung. Kalo LRT ini bisa belok 90 derajat," kata Emil.
Selain keunggulan dari sisi teknologi, harga tiket yang nantinya dibebankan kepada masyarakat untuk menikmati moda tranpostasi publik ini juga diklaim lebih terjangkau. Menurut dia, asumsi tiket diperkirakan berada di kisaran Rp 6.000 - 8000 untuk sekali jalan.
"Jadi LRT jenis baru yang pakai magnet. Ditawarkannya dengan asumsi ongkos tetap murah Rp 6000 - 8000 sekali jalan," kata Emil.
Menurut Emil, proyek pembangunan LRT Koridor I tersebut akan dibayar oleh Pemkot Bandung dengan menggunakan sistem Public Private Partnership (PPP). Dengan menggunakan sistem tersebut, pembangunan akan menggunakan dana investor. Setelah itu pemkot Bandung akan mencicil kepada pihak investor dengan durasi selama 20 tahun.
"Jadi per tahun Pemkot Bandung bayar (cicilan). Sekarang masih dihitung," ujarnya menegaskan.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak