Pembangunan LRT Koridor I akan dibangun perusahaan Singapura

LRT
Bandung.merdeka.com - Rencana pembangunan Light Railway Transit (LRT)Â yang digagas Pemkot Bandung memasuki babak baru. Pembangunan koridor I yang melintang dari utara ke selatan sepanjang 10 kilometer, mulai dari Babakan Siliwangi hingga Terminal Leuwipanjang kemungkinan besar akan dikerjakan oleh perusahaan asal Singapura, Singapore Mass Rapid Transit (SMRT).
Hal itu diungkapkan oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil seusai menggelar pertemuan dengan SMRT Singapura di rumah dinas Wali Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum, Selasa (2/2).
"Kemungkinan besar oleh SMRT karena gak ada lawan yang avalaible,"ujar Ridwan kepada Merdeka Bandung.
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menargetkan pengumuman pemenang lelang LRT Koridor I dapat segera keluar pada Maret mendatang. Jika pemenang lelang sudah keluar, peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan LRT Koridor I dapat segera dilakukan.
"Tadi saya menargetkan kalau bisa pengumuman resmi pemenang lelang di bulan Maret. Setelah itu kita bisa groundbreaking. Nah groundbreking itu hanya nunggu izin trase dari Menteri Perhubungan yang akan dilakukan mulai sekarang juga. Saya berharap sekian bulan dari Maret itu sudah bisa (groundbreaking)," kata Emil
Menurut Emil, adapun teknologi yang akan digunakan dalam pembangunan LRT Koridor I ini yakni menggunakan teknologi Grup Rapid Transit. Teknologi ini diklaim lebih murah.
"Nama teknologinya grup rapid transit. Jadi LRT jenis baru yang pake magnet. Teknologi yang digunakan lebih murah. Ditawarkannya dengan asumsi ongkos tetap murah Rp 6 ribu-8 ribu sekali jalan," katanya.
Dia berharap pengerjaan pembangunan LRT koridor I dapat dapat berbarengan dengan pengerjaaan LRT koridor II (Gedebage - Cimindi) yang pengerjaannya dilakukan oleh konsorsium PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).
"Yang koridor dua dikerjakan konsorsium yang mengconnect Gedebage sampai ke Bandung. Koridor I juga sudah siap, sudah tinggal kerja. Semoga tahun ini bisa dibarengkan pengerjaannya," kata Emil.
Emil mengungkapkan proyek pembangunan LRT Koridor I memiliki nilai investasi USD 260 juta. Proyek tersebut akan dibayar oleh Pemkot Bandung dengan menggunakan sistem Public Private Partnership (PPP) dengan mencicil selama 20 tahun.
"Invetasinya alhamdulillah murah USD 260 juta. Kalo pake monorail bisa USD 500 juta," pungkasnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak