Ini kata wakil wali kota Bandung soal penolakan lesbi dan gay


Wakil Wali Kota Bandung Oded
Bandung.merdeka.com - Sebuah spanduk penolakan kaum lesbi dan gay terpasang di sebuah tembok yang berada di Jalan Cigondewah, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung. Spanduk yang dipasang oleh DPC FPI Bandung Kulon tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan keberadaan kaum lesbi dan gay yang dianggap meresahkan warga.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandung Oded M Danial meminta semua pihak untuk menanggapi secara arif dan bijaksana. Menurut dia, keberadaan kaum lesbi dan gay tidak boleh disikapi dengan cara-cara kekerasan dan melakukan tindakan menjurus anarkis.
"Saya baik secara pribadi atau sebagai kepala daerah, hal ini patut kita sikapi dengan arif dan bijaksana. Dalam arti kata, memang satu pihak ini merupakan suatu keniscayaan karena urusan homo lesbi itu bukan hanya hari ini. Sejak zaman nabi dulu sudah ada," ujar Oded kepada Merdeka Bandung saat ditemui di SMKN 8 Bandung, Jalan Kliningan, Kota Bandung, Kamis (28/01).
Menurut Oded, keberadaan kaum gay dan lesbi harus menjadi perhatian semua pihak. Bahkan menurut dia keberadaan mereka harus diwaspadai jika keberadaannya dianggap banyak merugikan masyarakat.
"Yang penting bagaimana kita menyikapi mereka ini dengan kewaspadaan. Jangan sampai saya kira hal-hal seperti ini lebih banyak mudaratnya kepada keluarga kita," kata Oded.
Untuk itu Oded menekankan pentingnya ketahanan keluarga. Menurut Oded keluarga memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan perilaku.
"Maka itulah saya sering sampaikan yang namanya ketahanan keluarga itu harus menjadi persoalan yang sangat penting. Hadirnya ketahanan keluarga ini karena memang kita bisa mengeliminir dan meminimalisir hal itu terjadi. Ini kan karena pergaulan bebas sudah terjadi di mana mana. Sehingga akhirnya hal itu bisa terjadi," ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah spanduk penolakan kaum lesbi dan homo terpasang di sebuah tembok yang berada di Jalan Cigondewah, Kelurahan Cigondewah Kaler, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Rabu (27/1). Dalam spanduk tersebut tertulis 'Lesbi & Homo Dilarang Masuk ke Wilayah Kami!'.
Spanduk tersebut dipasang oleh Front Pembela Islam (FPI) mewakili DPC FPI Bandung Kulon lantaran mendapat laporan warga yang merasa resah dengan aktivitas kaum lesbi yang berada di wilayahnya.
BERITA TERKAIT
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
Pengakuan Bharada E di Balik Perintah Tembak dari Atasan
5 Poin Rekomendasi Kebijakan Siap Diusulkan T20 dalam Forum G20
Alami Pengapuran Sendi Lutut? Coba Minum Susu Nutrisi
Perawatan Kulit Kian Diminati, BeautieSS Resmikan Satu Klinik Baru
Aswita Dewi Ingin Batik jadi Pakaian Kekinian
Amazit T-Rex 2 Jadi Jam Tangan Pintar Bagi Para Petualang
Aplikasi Jantungku Jadi Solusi Layanan Kesehatan Jantung, Ini 6 Fitur Unggulannya
Jejak Kopda Muslimin Sebelum Ditemukan Tewas di Rumah Orang Tua
Gleaneagles Hospital Punya Inovasi Teknologi Baru Bernama Gamma Knife
Kerry Indonesia Kembali Meraih Penghargaan HR Asia Awards 2022
Gandeng Aurel Hermansyah, CKL.LOOKS Akan Rilis Produk Eksklusif
Dukungan Orangtua Dalam Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi Pasca Pandemi
Tidak Pelit Ilmu, Hendra Hidayat Dikenal Sebagai Pionir Implan Gigi di Indonesia
Linde Indonesia Akan Pasok Gas Industri dengan Kemurnian Tinggi ke PT Freeport
KORIKA Gelar Webinar Kecerdasan Artifisial (AI) Bidang Kesehatan
Garmin Run Club Menjadi Wadah Bagi Para Pecinta Olahraga Lari
Jam Tangan Pintar yang Bisa Jadi Pilihan Para Pelari Karena Fitur Canggihnya
Alasan Mengapa Reinvestment Keuntungan Sangat Krusial Bagi Bisnis
EdenFarm Berbagi Hewan Kurban dengan Komunitas Tani di Sekitar ECF
Trademark Market Hadir Lagi, Kini Tenantnya Lebih Banyak